Berita Pati

Berikut Titik Rawan Bencana di Kabupaten Pati

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menggelar Apel Siaga Bencana, Sabtu (31/10/2020).

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Rival Almanaf
Tribun-Pantura.com/ Mazka Hauzan
Bupati Pati Haryanto mengecek peralatan kesiapsiagaan bencana usai pelaksanaan Apel Siaga Bencana di halaman kantor BPBD Pati, Sabtu (31/10/2020). 

TRIBUN-PANTURA.COM, PATI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menggelar Apel Siaga Bencana, Sabtu (31/10/2020).

Apel dengan peserta terbatas ini diselenggarakan di halaman kantor BPBD Pati dan dipimpin langsung oleh Bupati Haryanto.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan, dalam rangka antisipasi dan penanggulangan bencana, telah disiapkan personel siaga bencana sebanyak 1.013 orang.

Mereka terdiri atas 150 orang dari unsur TNI, 600 orang dari unsur Polri, 30 orang dari Tagana, dan 233 orang relawan BPBD.

Baca juga: Jadwal Siaran Langsung LaLiga Spanyol Malam Ini Ada Madrid vs Huesca dan Alavez vs Barcelona

Baca juga: Dewan Pengupahan Provinsi Sempat Jajak Pendapat sebelum Ganjar Naikan Upah Minimum

Baca juga: Berikut Prakiraan Cuaca Demak Sabtu 31 Oktober 2020

Baca juga: Jadwal Samsat Online Keliling Semarang Hari Ini, Sabtu 30 Oktober 2020 Buka di Simpang Lima

“Tujuannya mengurangi terjadinya risiko bencana di Kabupaten Pati,” ucap dia.

Sementara, Bupati Haryanto mengatakan, tahun-tahun sebelumnya, apel siaga bencana biasanya dilaksanakan di dekat desa yang sering menjadi lokasi bencana alam banjir.

Karena pandemi Covid-19, apel dilaksanakan terbatas di halaman BPBD Pati.

Namun demikian, ia menegaskan, hal ini tidak mengurangi kekuatan dan kesiapsiagaan seluruh personel untuk bertindak cepat manakala terjadi bencana.

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri, Kabupaten Pati memiliki wilayah geografis yang membuatnya cukup rawan bencana, terutama kekeringan, banjir, angin kencang, dan longsor.

“Terkait kekeringan, sampai sekarang kita masih dropping air bersih. Sebab, sekalipun sudah beberapa kali hujan, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah belum tercukupi. Namun itu hanya di sejumlah kecil wilayah. Tahun ini memang kekeringan tidak separah sebelumnya,” terang dia.

Mengingat kini telah mulai musim hujan, Haryanto meminta seluruh personel untuk mewaspadai bencana banjir, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Terkait banjir, ia berharap normalisasi Sungai Juwana, sekalipun belum tuntas, bisa membantu mengurangi risiko bencana.

Namun demikian, ia berharap, dengan sokongan pemerintah pusat, normalisasi Sungai Juwana bisa dituntaskan dari hulu ke hilir.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai bencana angin kencang dan puting beliung yang cukup kerap terjadi pada musim penghujan.

“Kemarin baru hujan beberapa kali, sudah ada beberapa puting beliung yang terjadi. Akhirnya banyak genteng melorot. Kemarin di Prawoto juga ada angin (kencang), akibatnya rumah ambruk, tapi rumahnya tidak permanen. Sudah kita bantu juga,” ungkap dia.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved