Breaking News:

Penanganan Corona

Sekolah di Jateng Mulai Terapkan PTM, Komisi E DPRD Jateng Minta Guru dan Siswa Lakukan Tes Swab

Sekolah di Jateng Mulai Terapkan PTM, Komisi E DPRD Jateng Minta Guru dan Siswa Lakukan Tes Swab

Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika
Ilustrasi PTM - Suasana pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) hari pertama di SMPN 1 Slawi, Senin (26/10/2020). Siswa kembali melakukan kegiatan tatap muka, setelah sebelumnya berhenti karena kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal meningkat. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Sejumlah daerah di Jawa Tengah mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM). Beberapa ada yang masih melaksanakan uji coba.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng meminta agar semua aspek diperhatikan.

Mulai dari kajian epidemiologi hingga uji coba harus dilakukan terlebih dahulu.

Bahkan, anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto, mengusulkan kepada pemerintah agar ada tes usap atau swab serta tes cepat atau rapid test untuk pengecekan virus corona.

Baca juga: Covid-19 di Tegal Tembus 518 Kasus, Wawali Jumadi: Angka Kesembuhan Meningkat, tapi . . .

Baca juga: Update Pilpres AS, Joe Biden Dekati Angka Kemenangan, Trump Ngamuk: Mereka Coa Curi Pemilu!

Baca juga: Aprindo Dukung Sikap Tegas Jokowi Terhadap Perancis, tapi Hormati Hak dan Keputusan Konsumen

Baca juga: Soal Kenaikan UMK 2021, Disnaker Batang Mengacu PP 78/2015, Suprapto: Belum Ada Kesepakatan

"Ini penting. Kelihatanya siswa baik-baik saja, tapi bisa jadi terpapar dari keluarganya di rumah."

"Sebagai antisipasi, swab dan rapid test ini mesti dilakukan dan kontinu. Hal ini mesti diperhatikan oleh Pak Gubernur," kata Yudi, Jumat (6/11/2020).

Memang, sekolah yang sudah memberlakukan tatap muka telah menerapkan protokol kesehatan. Semisal siswa dan gurunya memakai masker, face shield, dan jaga jarak antara meja satu dengan yang lainnya.

Tempat cuci tangan dengan sabun serta hand sanitizer juga sudah disediakan pihak sekolah. Namun, kata dia, belum lah cukup.

Kekhawatiran muncul dan beralasan seiring dengan masih meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di provinsi ini.

"Rata-rata anak dan usia muda itu kan imun tubuhnya bagus. Bisa jadi terpapar namun asymptomatic."

"Terpapar Covid 19, namun tidak menimbulkan gejala apa-apa-apa tapi mereka bisa menularkan ke orang lain," jelas dewan dari Fraksi Partai Gerindra ini.

Dengan adanya pemeriksaan terlebih dulu sebelum pembelajaran, menimbulkan rasa aman dan nyaman tidak hanya untuk siswa, tetapi juga guru dan warga sekolah lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved