Rabu, 3 Juni 2026

Berita Kendal

Begini Kesiapan Pemkab Kendal Menghadapi Musim Rawan Bencana

Pemerintah Kabupaten Kendal meningkatkan kewaspadaan bencana menjelang tibanya musim penghujan.

Tayang:
Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Sekda Kendal, Muh Toha mengecek kesiapan Forkompinda dalam meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana alam dalam Apel Siaga Bencana pada Jumat (6/11) 

TRIBUN-PANTURA.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal meningkatkan kewaspadaan bencana menjelang tibanya musim penghujan.

Seperti diketahui bahwa bentuk penampakan alam Kabupaten Kendal terdiri dari wilayah pesisir dan wilayah pegunungan sehingga ketika musim penghujan tiba, Kabupaten Kendal memiliki potensi terjadinya bencana alam yang besar.

Sekretaris Daerah Kendal, Muh Toha mengatakan bahwa peningkatan kewaspadaan ini sangatlah penting.

Baca juga: Update Virus Corona di Kabupaten Karanganyar, Sabtu 7 November 2020.

Baca juga: Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Bisa Terjadi, Berikut Prakiraan Cuaca Jateng

Baca juga: Warga Geyer, Grobogan Ditemukan Meninggal Dunia di Pasar Ayam Nglangon Sragen

Baca juga: Penyandang Disabilitas Dijemput untuk Perekaman KTP, KPU Demak: Upaya Lindungi Hak Pilih Mereka

Hal itu untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa maupun kerusakanan yang ditimbulkan karena bencana alam.

Terlebih sepanjang tahun 2020 ini Kabupaten Kendal telah berulang kali mengalami bencana alam sehingga diharapkan peningkatan kewaspadaan dapat menekan terjadinya korban jiwa maupun materi.

"Tercatat sepanjang tahun 2020 ini yakni dari Januari hingga 4 November terjadi 62 kejadian banjir, 24 kejadian tanah longsor dan 7 kejadian angin puting beliung. Bencana itu terjadi di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten kendal," katanya dalam Apel siaga Bencana Kabupaten Kendal pada Jumat (6/11) di Alun-alun Kabupaten Kendal.

Ia mengatakan bencana alam bisa terjadi kapanpun dan dimanapun sehingga diperlukan antisipasi lebih awal yakni dengan melakukan prinsip kesiapsiagaan dan melakukan mitigasi bencana.

Maka dari itu pihaknya mendorong semua elemen masyarakat untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

"Warga juga harus mengantisipasi sejak dini terjadinya bencana alam yakni dengan dengan membersihkan saluran air, mengecek kondisi wilayah yang berpotensi longsor dan melakukan penguatan tanah, serta melakukan antisipasi lainnya yang terhadap kemungkinan terjadinya bencana," jelasnya.

Baca juga: Jadwal Pelayanan Donor Darah PMI Kota Semarang Sabtu 7 November 2020 Buka di Empat Lokasi

Baca juga: Pencuri di Purbalingga Ditangkap Setelah Terbatuk saat Bersembunyi

Baca juga: Berikut Jadwal Samsat Online Keliling di Demak, Sabtu, 7 November 2020

Baca juga: Berikut Prakiraan Cuaca Demak, 7 November 2020

Ia pun mengharap agar siaga bencana menjadi budaya dalam masyarakat. Pasalnya penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat memiliki adil dan ikut turut serta dalam penanggulangan bencana dengan cara membangun kesadaran siaga bencana dengan meningkatkan kemandirian dan keswadayaan.

“Saya mengimbau kepada OPD, semua stakeholder dan seluruh warga Kendal, untuk meningkatkan kewaspadaan sedini mungkin dan antisipasi lebih awal, dengan membangun koordinasi antar instansi dalam upaya penyelamatan dan evakuasi korban dengan cepat dan tepat, serta mitigasi bencana baik pada saat pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved