Selasa, 14 April 2026

Penanganan Corona

Vaksin Covid-19 Merah Putih Siap Diproduksi Triwulan Ke Empat 2021

Menristek Bambang Permadi Soemantri mengatakan bahwa Vaksin Merah putih untuk penanganan Covid19 akan siap diproduksi pada triwulan keempat tahun 2020

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: Rival Almanaf
europeanpharmaceuticalreview.com
Ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUN-PANTURA.COM, KENDAL - Menristek Bambang Permadi Soemantri mengatakan bahwa Vaksin Merah putih untuk penanganan Covid19 akan siap diproduksi pada triwulan keempat tahun 2020.

Ia mengatakan bahwa vaksin merah putih ini saat ini terus penelitian di enam lembaga penelitian. Saat ini keenam lembaga tersebut progresnya masih tahap penelitian di laboratorium.

“Jadi Ada 6 institusi pengembang vaksin yakni Lembaga Eijkman Bandung, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Airlangga (Unair),” ujarnya saat ditemui di Kaliwungu pada Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Aliansi Pekalongan Bersatu Tolak Kedatangan Habib Rizieq dan FPI

Baca juga: Viral di Pemalang, Pohon Tua di Areal Pemakaman Terbakar, Begini Imbauan Kades

Baca juga: Penularan Covid-19 di Area Perkantoran Mulai Bermunculan di Kabupaten Tegal

Baca juga: Majelis Hakim Tolak Eksepsi Wasmad Penyelenggara Konser Dangdut Viral di Tegal 

Bambang menuturkan bahwa calon vaksin tiga lembaga dari enam lembaga tersebut sudah mendekati pada tahap uji praklinik. Nantinya vaksin tersebut akan diujicobakan kepada hewan terlebih dahulu. Ia pun menargetkan pada triwulan pertama tahun 2021, bibit vaksin tersebut usai melakukan uji praklinis, sehingga selanjutnya diserahkan kepada biofarma untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Baca juga: Wisata di Banyumas Ditutup Hingga Desember untuk Pencegahan Virus Corona

Baca juga: Tidak Ada Nama PSIS di Daftar Tim Liga 1 yang Lolos AFC Club Licensing, Ini Tanggapan Yoyok Sukawi

Baca juga: Bupati Karanganyar Intip Wisata Jamu di Kabupaten Tegal, Begini Pandangannya

Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang Kamis 26 November 2020, Berikut Daftar Lengkapnya

"Nantinya di Biofarma akan melakukan uji coba klinis yakni pengujian terhadap manusia. Ada tiga uji klinis yang harus dilewati. Sehingga keamanan dan kemanjuran atau efektivitas vaksin terjamin," katanya.

Ia mengatakan bahwa setelah dilakukan uji klinis dan dikatakan efektif, maka vaksin tersebut harus mendapatkan izin edar dari BPOM sebelum dilakukan vaksinasi kepada masyarakat luas. Menurutnya semuanya masih berupaya keras sehingga vaksin yang diberikan aman dan efektif.

"Paling lambat triwulan keempat 2021 vaksin sudah dapat diproduksi masal, namun harus juga mendapatkan izin dari BPOM," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved