Penanganan Corona
Vaksin Covid-19 Merah Putih Siap Diproduksi Triwulan Ke Empat 2021
Menristek Bambang Permadi Soemantri mengatakan bahwa Vaksin Merah putih untuk penanganan Covid19 akan siap diproduksi pada triwulan keempat tahun 2020
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: Rival Almanaf
TRIBUN-PANTURA.COM, KENDAL - Menristek Bambang Permadi Soemantri mengatakan bahwa Vaksin Merah putih untuk penanganan Covid19 akan siap diproduksi pada triwulan keempat tahun 2020.
Ia mengatakan bahwa vaksin merah putih ini saat ini terus penelitian di enam lembaga penelitian. Saat ini keenam lembaga tersebut progresnya masih tahap penelitian di laboratorium.
“Jadi Ada 6 institusi pengembang vaksin yakni Lembaga Eijkman Bandung, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Airlangga (Unair),” ujarnya saat ditemui di Kaliwungu pada Kamis (26/11/2020).
Baca juga: Aliansi Pekalongan Bersatu Tolak Kedatangan Habib Rizieq dan FPI
Baca juga: Viral di Pemalang, Pohon Tua di Areal Pemakaman Terbakar, Begini Imbauan Kades
Baca juga: Penularan Covid-19 di Area Perkantoran Mulai Bermunculan di Kabupaten Tegal
Baca juga: Majelis Hakim Tolak Eksepsi Wasmad Penyelenggara Konser Dangdut Viral di Tegal
Bambang menuturkan bahwa calon vaksin tiga lembaga dari enam lembaga tersebut sudah mendekati pada tahap uji praklinik. Nantinya vaksin tersebut akan diujicobakan kepada hewan terlebih dahulu. Ia pun menargetkan pada triwulan pertama tahun 2021, bibit vaksin tersebut usai melakukan uji praklinis, sehingga selanjutnya diserahkan kepada biofarma untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.
Baca juga: Wisata di Banyumas Ditutup Hingga Desember untuk Pencegahan Virus Corona
Baca juga: Tidak Ada Nama PSIS di Daftar Tim Liga 1 yang Lolos AFC Club Licensing, Ini Tanggapan Yoyok Sukawi
Baca juga: Bupati Karanganyar Intip Wisata Jamu di Kabupaten Tegal, Begini Pandangannya
Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang Kamis 26 November 2020, Berikut Daftar Lengkapnya
"Nantinya di Biofarma akan melakukan uji coba klinis yakni pengujian terhadap manusia. Ada tiga uji klinis yang harus dilewati. Sehingga keamanan dan kemanjuran atau efektivitas vaksin terjamin," katanya.
Ia mengatakan bahwa setelah dilakukan uji klinis dan dikatakan efektif, maka vaksin tersebut harus mendapatkan izin edar dari BPOM sebelum dilakukan vaksinasi kepada masyarakat luas. Menurutnya semuanya masih berupaya keras sehingga vaksin yang diberikan aman dan efektif.
"Paling lambat triwulan keempat 2021 vaksin sudah dapat diproduksi masal, namun harus juga mendapatkan izin dari BPOM," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin-covid-19-vaksin-corona-vaksin-covid-19.jpg)