Selasa, 14 April 2026

Berita Pekalongan

Menghirup Segarnya Udara Pagi di Perkemahan Black Canyon Petungkriyono

Pegunungan Petungkriyono memang menyimpan banyak tempat wisata alam yang indah, dengan keasrian dan kealamian hutan hujan tropis di Jawa.

Editor: Rival Almanaf
Tribun-pantura.com/ Indra Dwi Purnomo
Suasana kemping di Objek Wisata Black Canyon Petungkriyono, Jawa Tengah 

TRIBUN-PANTURA.COM, KAJEN - Pegunungan Petungkriyono memang menyimpan banyak tempat wisata alam yang indah, dengan keasrian dan kealamian hutan hujan tropis di Jawa.

Salah satunya di objek Wisata Black Canyon yang berada di Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menjadi salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.

Tempat ini menyuguhkan keindahan alam yang begitu indah, selain itu memiliki aliran sungai yang cukup deras dengan air yang jernih.

Objek wisata ini tidak kalah keren dengan wisata lain di Petungkriyono.

Baca juga: Gunung Ile Lewotolok NTT Semburkan Batu dan Awan Panas Selama Tiga Hari, Masyarakat Mengungsi

Baca juga: Luhut Sebut Tidak Ada yang Salah dengan Kebijakan Ekspor Lobster

Baca juga: Jasad Wanita Muda Diduga WNI Ditemukan di Dalam Koper di Mekah

Baca juga: Pengunjung Mall Geger Buaya Muara Sepanjang 2 Meter Masuk ke Parkiran

Tidak hanya itu saja, objek wisata black canyon juga sering dijadikan tempat untuk berkemah atau camping.

Ketika malam hari ada bisa menikmati sejuk dan udara dinginnya malam, paginya kamu bakal disuguhkan pemandangan indah matahari yang indah.

Bahkan kalau beruntung, wisatawan akan bisa mendengarkan suara binatang primata Owa Jawa.

Setelah itu, wisatawan akan mandi di sungai yang cukup deras dengan air yang jernih.

Pantauan Tribunjateng.com, pada Sabtu (28/11/2020) malam di lokasi wisata ini sudah berjejer belasan tenda yang camping di black canyon.

Terlihat wisatawan yang camping di sini rata-rata keluarga, tidak hanya itu kaum milenial juga banyak yang mendirikan tenda di lokasi ini.

Di masa pandemi Covid-19, pengelola objek wisata Black Canyon juga menerapkan protokol kesehatan di antaranya, wisatawan yang akan masuk objek wisata wajib menggunakan masker, selain itu juga tes suhu badannya.

Pengelola juga menyiapkan tempat untuk cuci tangan di beberapa spot objek wisata.

Rojiin (34) kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sekaligus pengelola objek wisata Black Canyon mengatakan, wisatawan yang camping di sini rata-rata ingin menikmati suasana alam Petungkriyono pada malam hari.

"Biasanya pengunjung yang datang di sini ingin menikmati alam Petungkriyono, karena masih asri, kedinginan di malam hari, terus paginya sekitar pukul 05.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB bisa mendengarkan suara habitat Owa Jawa, lalu mandi di aliran Sungai Black Canyon yang jernih," kata Jiin kepada Tribunjateng.com

Kemudian, rata-rata wisatawan yang camping ke sini kebanyakan dari luar kota.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved