Breaking News:

Berita Semarang

Kreatif Mahasiswi Ini Buat Adonan Sereal Berbahan Umbi, Karyanya Dapat Penghargaan di Agrifest

Rizki Bhakti Pertiwi, Ria Ulfiasari, Anita Kurniawati berhasil mempresentasikan produk bernama U’Flakes yang berasal dari umbi.

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Tiga Mahasiswi yang mengolah umbi menjadi flakes 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Tiga mahasiswa Progdi Teknologi Pangan, Universitas PGRI Semarang, berhasil meraih Juara III dalam kompetisi Agrifest 2020 “Business Plan Competition” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur, yang acaranya sudah diselenggarakan pada 5 Desember 2020.

Rizki Bhakti Pertiwi, Ria Ulfiasari, Anita Kurniawati berhasil mempresentasikan produk bernama U’Flakes yang berasal dari umbi.

Flakes adalah serbuk sereal yang bebentuk serbuk kering. Biasanya flakes terbuat dari tepung jagung atau gandum.

“Produk ini kami pilh karena adanya pengolahan produk yang kekinian, serta dengan bahan olahan lokal yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat,” terang Rizki dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun-Pantura.com

Baca juga: Ruangan Penuh! 10 Pasien Pengawasan Covid-19 Dirawat di Selasar RSUD Kajen Pekalongan, Dua Meninggal

Baca juga: Covid-19 Meningkat PMI Kendal Layani Permintaan Penyemprotan Desinfektan

Baca juga: Ratusan Rumah di Dukuh Karisan, Desa Gembong, Kabupaten Pekalongan Rawan Longsor

Baca juga: 6 Kali Menikah Tidak Dikaruniai Anak, Wanita Berusia 26 Tahun di Tegal Nekat Menculik

Ia menjelaskan pemilihan pengolahan menjadi flakes (camilan kering, seperti keripik) sebagai alternative olahan umbi dikarenakan memiliki kesan modern dan dapat dikonsumsi oleh semua kalangan.

Flakes memiliki banyak kelebihan dikarenakan produknya yang tahan lama.

Rizki bersama timnya melihat, potensi dan peluang produk ini masih terbuka.

Pengembangan usaha produk agroindustri komoditas umbi-umbian merupakan lahan investasi yang mempunyai prospek yang cukup baik untuk mendorong minat investasi yang lebih besar lagi pada usaha agroindustri.

Selain itu, flakes merupakan produk yang memiliki kadar air yang cukup rendah sehingga tidak mudah diserang oleh mikroorganisme pembusuk.

Serta jika dilihat dari aspek kepraktisannya, flakes sangat menguntungkan dan memudahkan konsumen karena dapat disajikan dengan mudah tanpa proses pemasakan yang lama.

Baca juga: Soal Vaksin Covid-19 di Indonesia, IDI: Kami Siap Jadi Orang Pertama yang Disuntik

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Kota Tegal Naik Jelang Libur Nataru, Berikut Daftar Harganya

Baca juga: Update Covid-19 Kabupaten Tegal: Melonjak Tajam, 2.823 Kasus, 2.222 Sembuh, 88 Orang Meninggal

Baca juga: BREAKING NEWS: Andriyanto Nekat Terjun ke Sungai Sipait Pekalongan, Korban Sempat Tolah-toleh

Ketua Program Studi Teknologi Pangan, Fafa Nurdyansyah, STP, M.Sc. menyebut prestasi mahasiswanya itu tak lain berkat usaha bersama dan pendampingan yang intensif.

“Secara berkala, dari jurusan membimbing tim proyek kecil kelompok mahasiswa yang memiliki riset sederhana, selain itu mahasiswa juga diikutsertakan di berbagai perlombaan dan kegiatan yang ada di dalam maupun luar kampus,” tegas Fafa.

Fafa berharap, ke depan Prodi Teknologi pangan terus berupaya mendorong mahasiswa lebih aktif dan inovatif dalam menghasilkan baik karya ilmiah, penelitian mahasiswa yang lebih inovatif serta menghasilkan berbagai inovasi produk yang bisa memanfaatkan bahan lokal dan memiliki nilai jual tinggi. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved