Minggu, 3 Mei 2026

Berita Pemalang

Cerita Nelayan Sugihwaras Pemalang, Tak Bisa Melaut Alih Profesi Jadi Kuli Bangunan

Tak Bisa Melaut, Nelayan Sugihwaras Pemalang Gantung Jaring, Alih Profesi Jadi Kuli Bangunan

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Budi Susanto
Sejumlah kapal bersandar di pesisir Sugihwaras, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, beberapa waktu lalu. Akibat cuaca buruk kapal-kapal itu tak digunakan melaut para nelayan. 

TRIBUNPANTURA.COM, PEMALANG - Nelayan Sugihwaras Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang tak melaut lebih dari dua bulan. 

Hal itu lantaran gelombang tinggi dan cuaca buruk yang melanda perairan pantau utara jawa sejak November tahun lalu. 

Kondisi tersebut diperparah dengan imbas pandemi Covid-19 yang membuat para nelayan harus bertahan di situasi sulit.

Baca juga: Ihwal Dugaan Ceceran Batu Bara PLTU Batang, Bupati Wihaji: Saya Membela Nelayan Roban Timur

Baca juga: Bioskop di Tegal Direncanakan Beroperasi Februari 2021, Manajemen: Ini Kabar Baik, Prokes Ketat

Baca juga: Pemerintah Siapkan Regulasi Vaksin Madiri, Gratis untuk Karyawan, Biaya Ditanggung Perusahaan

Baca juga: Mantan Kades Baku Tembak dengan Polisi, Tewas Diterjang Peluru: Jadi Bandar Sabu setelah Pensiun

Bahkan untuk bertahan, beberapa nelayan terpaksa gantung jaring dan beralih menjadi kuli bangunan. 

Hal itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, karena penghasilan mencari ikan mandek total. 

Dipaparkan Sugiarto satu di antara nelayan asal Sugihwaras, dari akhir tahun 2020 hingga Januari tahun ini tidak ada penghasilan dari melaut. 

"Benar-benar paceklik untuk kami nelayan di Sugihwaras, karena kami tidak melaut," paparnya, Kamis (21/1/2021).

Dilanjutkannya, beberapa rekannya sampai menjadi kuli bangunan agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga. 

"Ada yang jadi kuli bangunan, atau kuli bongkar muat. Mau bagaimana lagi karena sudah tidak ada yang bisa dilakukan," katanya.  

Terpisah, Febri Jatmiko, Lurah Sugihwaras, juga menuturkan hal serupa terkait kondisi nelayan di Sugihwaras. 

Ia menerangkan, dari November tahun lalu nelayan tidak mencari ikan karena cuaca buruk. 

"Beberapa bulan terkahir menjadi puncak paceklik bagi nelayan, karena nelayan tak bisa melaut," tambahnya. 

Adapun data yang dihimpun Tribunpantura.com, wilayah Sugihwaras mencatatkan diri sebagai daerah yang memiliki Kelompok Usaha Bersama (KUB) perikanan tangkap terbanyak di Pemalang.

Dari 100 KUB yang ada, 29 KUB ada di Sugihwaras.

Tak hanya itu, pesisir Sugihwaras juga menjadi tempat mendaratnya kapal ukuran 5 Gross Tonnage (GT) terbanyak ke dua di Pemalang dengan jumlah 496 kapal pertahun. (bud)

Baca juga: Resmi, Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa-Bali hingga 8 Februari 2021, Termasuk Jateng

Baca juga: Ihwal Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tegal, Bupati Umi: Tangkal Hoaks, Percaya Vaksin Aman

Baca juga: Komisi X DPR ke Mendikbud: Masalah Guru Honorer Harus Clear, Tak Harus Dijadikan PNS

Baca juga: Di Tengah Terpaan Pandemi, Omzet UMKM Kaosedhewe Justru Meroket: Masih Oke Walau PPKM

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved