Berita Kriminal

PSK Pria Bunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan, Sakit Hati Tak Dibayar setelah Berhubungan

PSK Pria Bunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan, Sakit Hati Tak Dibayar setelah Berhubungan

DOKUMEN POLSEK KLAMBU
Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan, Pernah Menikah dan Jual Diri di Media Sosial. Tampak petugas sedang melakukan olah TKP pembunuhan teman kencan sesama jenis di Grobogan. 

Dengan kata lain, pelaku ini menjajakan diri alias menjadi pekerja seks komersial (PSK) pria untuk hubungan sesama jenis. Pelaku sakit hari janji bayaran Rp100 ribu setelah berhubungan badan tak ditepati korban.

TRIBUNPANTURA.COM, GROBOGAN - Tim Satreskrim Polres Grobogan, Jawa Tengah masih berupaya mendalami kasus pembunuhan di Desa Terkesi, Kecamatan Klambu yang dilatarbelakangi orientasi seksual hubungan sesama jenis.

Pelaku warga Desa Terkesi yakni Joko Kurniawan (26) nekat menghabisi nyawa IA (19), remaja Desa Mlilir, Kecamatan Gubug usai keduanya puas melakukan aktivitas seksual pada Jumat (22/1/2021) malam.

Pria bertato itu mengaku gelap mata lantaran korban ingkar janji tidak mau membayar jasa kencan seperti yang disepakati sebesar Rp100 ribu.

Baca juga: Perawat Culik Anak 9 Tahun di Bandung, Ditangkap di Medan, Polisi Ungkap Modusnya

Baca juga: Wali Kota Tegal Dedy Yon Gagal Divaksin, Sudah Siap Disuntik Tak Lolos Screening Kesehatan

Baca juga: Brimob Jateng Dapat Hibah Tanah 13 Hektar dari Pemkot Solo, Ini Kata Kombes Farid

Baca juga: Percepatan Vaksinasi Covid-19, Yulianto: Termin Kedua di Jateng Harus Rampung 28 Januari

Dari hasil pemeriksaan, korban  tewas dihujani tusukan pisau di bagian leher di kamar pelaku.

Kapolres Grobogan, AKBP Jury Leonard Siahaan menyampaikan, dari keterangan para tetangga, pelaku sebelumnya tercatat pernah menikah namun entah karena persoalan apa, hubungan suami istri itu kandas di tengah jalan.

Selepas bercerai, pelaku akhirnya tinggal seorang diri di rumahnya.

Sementara kedua orangtua pelaku tinggal terpisah di rumah sebelah di samping rumah pelaku.

"Pelaku sudah pernah menikah dan mantan istrinya di Jakarta."

"Apakah perilaku seksualnya yang menyimpang yang membuat keduanya bercerai, kami belum mendalami. Pelaku rumahnya memang sepi karena tinggal sendirian," kata Jury saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Sabtu (23/1/2021).

Menurut Jury, pelaku yang pengangguran itu selama ini berupaya mencukupi hasrat seksualnya yang menyimpang itu dengan mencari penyuka sesama jenis melalui aplikasi jejaring sosial. 

Dengan kata lain, pelaku ini menjajakan diri alias menjadi pekerja seks komersial (PSK) pria untuk hubungan sesama jenis.

"Pengakuan pelaku ia sudah sering berhubungan dengan sesama jenis untuk mendapatkan sejumlah uang. Istilahnya ia menjual diri, tidak gratis," ungkap Jury.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari para tetangga pelaku, selama ini rumah pelaku sering kali ramai dipenuhi oleh teman-temannya untuk pesta minuman keras.

Hanya saja, mereka tak menyadari jika pelaku berperilaku seksual yang menyimpang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved