Breaking News:

Berita Viral

Viral Video Pengendara Moge Ditendang dan Dilumpuhkan Paspampres Berpistol, Wisnu: Bisa Ditembak

Viral Video Pengendara Moge Ditendang dan Dilumpuhkan Paspampres Berpistol, Asisten Inteljen Paspampres, Letkol Inf Wisnu Herlambang: Bisa Ditembak

Tangkapan Layar YouTube Egi Motovlog
Sejumlah pengendara moge yang tengah melakukan sunmori di Jalan Veteran III, belakang Istana Kepresidenan, ditendang dan dilumpuhkan personel Paspampres, pada hari Minggu (21/2/2021) lalu. 

TRIBUNPANTURA.COM, JAKARTA - Viral video pengendara motor gede (moge) yang tengah melakukan sunday morning ride (Sunmori) di Jalan Veteran III, belakang Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dilumpuhkan dengan ditendang oleh personel pasukan pengaman presiden (Paspampres).

Selain menendang pengendara moge sunmori, personel Paspampres juga tampak mengeluarkan pistol yang dibawanya.

Menurut Paspampres, tindakan itu masih manusiawi, mengingat para pengendara moge tersebut sebenarnya secara aturan bisa dikenai tindakan lebih: ditembak, karena menerobos ring 1.

14 Orang Bersamurai Bikin Onar di Solo, Rusak Barang dan Rampas Uang di Tiga Warung

77,71 Persen Jalan di Blora Rusak, Djoko Sebut Pihak Berwenang Bisa Dituntut Pidana, Ini Kata Arief

Aaf Mengaku Plong Telah Dilantik, Ini 8 Program Utama 100 Hari Kepemimpinan Wali Kota Pekalongan

Mobil Warga Tuban Tenggelam saat Banjir di Semarang, Sopir Tak Bisa Bedakan Jalan dan Sungai

Asisten Intelijen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Letkol Inf Wisnu Herlambang membenarkan adanya sejumlah pengendara motor gede (moge) yang ditindak oleh pada hari Minggu (21/2/2021) lalu.

Ia menyebut sejumlah pengendara itu terpaksa harus dilumpuhkan oleh petugas Paspampres karena menerobos jalan yang tengah ditutup.

Wisnu mengatakan, saat itu sejumlah petugas Paspampres tengah melaksanakan pengamanan instalasi di kantor Wakil Presiden.

Oleh karena itu, jalan Veteran III yang biasanya dibuka untuk umum saat itu ditutup untuk sementara.

Petugas sudah memasang rambu pembatas jalan sebagai penanda jalanan tersebut ditutup.

Namun, tiba-tiba saja para pengendara motor itu melintas dengan kecepatan tinggi dan suara knalpot yang berisik.

"Kalau dia nerobos itu sudah masuk bahaya tidak langsung maupun ancaman yang bersifat terbuka."

"Itu merupakan batas pelanggaran ring 1."

"Jadi bisa dilumpuhkan," kata Wisnu kepada Kompas.com, Jumat (26/2/2021).

Halaman
123
Editor: yayan isro roziki
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved