Rabu, 27 Mei 2026

Berita Jateng

Gubernur Ganjar: Jateng Punya Potensi Energi Terbarukan Lengkap tapi Belum Tergarap dengan Baik

Potensi sumber energi di Jawa Tengah dinilai cukup banyak, baik yang fosil maupun nonfosil atau energi baru dan terbarukan (EBT).

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
IST
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat menjadi pembicara dalam diskusi virtual di Kompas Talks 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Potensi sumber energi di Jawa Tengah dinilai cukup banyak, baik yang fosil maupun nonfosil atau energi baru dan terbarukan (EBT).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut cadangan sumber minyak bumi atau dari fosil sempat ditemukan di bumi Jateng ini yakni di Cepu Kabupaten Blora.

"Namun nggak nemu (sumber minyak bumi), ya gitu aja ekspolorasinya. Punya minyak ya cuma segitu. Katanya Pertamina masih ada beberapa titik lagi untuk dibor," kata Ganjar dalam diskusi Kompas Talks, Selasa (2/3/2021).

Berdasarkan proyeksi pada Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), produksi migas nasional diperkirakan terus mengalami penurunan. Untuk itu, diperlukan upaya penemuan cadangan migas atau eksplorasi.

Meskipun demikian, kata dia, upaya ekspolorasi memerlukan biaya tinggi dan bergantung pada investasi. Lantaran daerah tidak akan kuat membiayai proyek tersebut.

Oleh karena itu, dibutuhkan sumber-sumber energi baru. Yang paling utama bersumber dari energi nonfosil.

Ganjar menjelaskan cadangan EBT di Jateng sangat lengkap. Mulai dari energi panas bumi, bayu, gas rawa, biomassa, biogas, mikro hidro dan sebagainya.

"Potensi energi listrik cukup lengkap di Jateng. Namun potensi ini belum tergarap dengan baik," tegas Ganjar.

Menurutnya, hal tersebut butuh pemahaman semua pihak, termasuk warga di sekitar lokasi eksplorasi.

Misalnya yang terjadi di Baturraden atau lereng Gunung Slamet yang direncanakan dibangun Pembangkit Listri Tenaga Panas Bumi (PLTPB) dimana menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Terutama warga yang hidup di sekiar lokasi.

Begitu juga di Gunung Lawu dimana pengolahan sumber energi dari panas bumi belum terealisasi lantaran ada kecaman dari masyarakat.

"Panas bumi sangat potensi karena banyak gunung berapi di Jateng. Yang sudah berjalan di Dieng. di Gunung Lawu rakyatnya tidak setuju. di Gunung Slamet ngadat-ngadat (tersendat) karena masyarakat belum banyak disosialisasikan. Isunya mengelola panas bumi atau perusakan hutan, sehingga banyak protes," ucapnya.

Selain itu, pengembangan panas bumi yang sedang tahap eksplorasi ada di Umbul Telomoyo dan Ungaran. Sedangkan di Guci saat ini tengah dalam proses perizinan.

Padahal, panas bumi di Jateng memiliki total cadangan diperkirakan sebesar 1.344 megawatt (MW). Namun, baru digunakan sebesar 517 MW.

EBT yang belum tergarap dengan baik juga yakni tenaga bayu atau angin di Karimunjawa. Daerah tersebut dinilai memiliki kecepatan angin tertinggi di Jateng yakni pada Januari 4,23 meter perdetik dan terendah pada Desember 2,69 meter perdetik.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved