Berita Pendidikan
Pemerintah akan Gelar PTM Juli 2021, Bisakah Peserta Didik Divaksin? Ini Jawaban Dinkes Jateng
Pemerintah Berencana akan Gelar Pembelajaran tatap muka / PTM Juli 2021, Bisakah Peserta Didik Divaksin? Ini Jawaban Dinkes Jateng
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: yayan isro roziki
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Pemerintah tengah gencar melaksanakan vaksinasi Covid-19 demi menekan penyebaran virus corona.
Pada tahap pertama, tenaga kesehatan yang menjadi prioritas, kemudian mulai menyasar pelayan publik pada tahap kedua.
Tenaga pendidik atau guru termasuk dalam kelompok masyarakat yang menerima vaksin tahap kedua.
• Cerita Karmi, 5 Tahun Tabung Uang Koin, hingga Bisa Beli Sawah di Pemalang, Suami Jelaskan Alasannya
• Tim Tabur Kejaksaan Tangkap Bety, Terpidana Dana Pensiun Pertamina, Rugikan Negara Rp777 Juta
• Viral Buku Silsilah Keluarga di Tegal hingga Ratusan Lembar: Ternyata Rektor UPGRIS Itu Saudara
• Cerita Anggi 2 Tahun Lumpuh Pascajatuh, Ditinggal Pergi Istri, Tinggal di Kamar Kos Dirawat Ibu
Karena itu, pemerintah merencanakan akan menggelar proses belajar mengajar tatap muka tahun ajaran 2021/2022 pada Juli 2021.
Hal itu menyusul setelah dilakukannya vaksinasi terhadap guru.
Di sisi lain, banyak yang menilai vaksinasi terhadap tenaga pengajar belum lah cukup untuk memastikan pembelajaran tatap muka aman.
Keselamatan peserta didik harus tetap diutamakan. Karena itu, sejumlah pihak berpendapat siswa juga harus ikut divaksin.
Namun demikian, sesuai ketentuan kesehatan, anak-anak usia 0-17 tahun tidak diperkenankan menerima vaksin Covid-19. Ketentuannya vaksin diperuntukan usia 18 tahun lebih.
"Belum ada uji klinis bahwa usia muda bisa divaksin."
"Karena vaksin Sinovac yang saat ini didistribusikan ke masyarakat untuk 18 tahun ke atas," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, Rabu (3/3/2021).
Selain itu, lanjutnya, data pada petugas surveilans bahwa warga dengan usia muda yang terinfeksi virus corona relatif tidak banyak serta potensi angka kematiannya juga kecil.
"Sasaran vaksinasi kami kan berbasis pada risiko atau angka kesakitan pada satu kelompok masyarakat."
"Yang diharapkan timbul kekebalan komunitas atau herd community," jelasnya.
Oleh karena itu, jika pembelajaran tatap muka dipaksa untuk dilaksanakan.
Dikhawatirkan berpotensi muncul klaster baru covid di dunia pendidikan.
Seperti diberitakan sebelumnya, menanggapi rencana pembelajaran tatap muka, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo belum mengambil keputusan terkait rencana itu.
Sebab, dirinya akan memastikan betul, apakah Juli 2021 proses vaksinasi sudah selesai semuanya untuk para guru atau belum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-dinkes-provinsi-jateng-yulianto-prabowo-234.jpg)