Breaking News:

Penanganan Corona

Ternyata Pembawa Varian Baru Corona B117 TKI Asal Brebes, Dinkes: Dia dan Keluarganya Diisolasi

Ternyata Pembawa Varian Baru Corona B117 TKI Asal Brebes, Dinkes: Dia dan Keluarganya Diisolasi

freepik.com
Ilustrasi corona virus atau Covid-19. 

Sartono menceritakan kronologi A diketahui terpapar mutasi corona B117.

A pulang ke Indonesia dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 31 Januari 2021.

A pun menjalani tes swab PCR begitu tiba di bandara. Hasil tesnya positif dan langsung menjalani isolasi di Wisma Atlet Jakarta.

"Setelah menjalani isolasi dan karantina, dia sudah mendapatkan keterangan dan sudah dinyatakan selesai karantina dengan hasil swab negatif lalu diperbolehkan pulang," jelasnya.

Setelah itu, lanjutnya, diketahui A terdeteksi terpapar corona varian baru asal Inggris itu berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan terhadap sampelnya.

Atas dasar itu, langsung dilakukan tracing dan testing kepada keluarga yang telah kontak erat.

"Untuk mewaspadai dan mengantisipasi penularan, kami melakukan testing dan tracing," tandasnya.

Untuk itu, ia mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga imunitas dalam menghadapi virus varian baru ini.

"Jangan menyepelekan, jangan sombong sama tuhan, kita manusia harus beradaptasi untuk menghadapi virus yang terus bermutasi," imbuhnya.

Usulan Ganjar

Sebelumnya diberitakan, virus corona varian baru yang pertama ditemukan di Inggris, kini telah terdeteksi ada di Indonesia.

Varian baru yang disebut virus corona B117 itu, di Indonesia terdeteksi dibawa oleh tenaga kerja Indonesia (TKI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sepulang dari Arab Saudi.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengusulkan sejumlah langkah untuk menekan laju penularan Corona B117 tersebut.

Ia mengatakan agar semua pihak untuk segera mengantisipasi penyebaran mutasi virus corona B117 agar tidak menyebar ke daerah lain.

"Dua orang tersebut seharusnya di-tracing dan diisolasi dulu."

"Ojo kon mlayu-mlayu ndisik (jangan dibiarkan bebas). Tindakannya harus cepat," kata Ganjar, Rabu (3/3/2021).

Selain itu, dia berharap ada tim riset dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meneliti seganas apa virus baru ini.

Hal itu agar diketahui seperti apa langkah pencegahannya.

Untuk upaya antisipasi agar tidak ada kecolongan, menurutnya perlu pengetatan lalu lintas orang di pintu masuk antarnegara, semisal di bandara.

Pihaknya juga telah meminta Dinas Kesehatan Provinsi Jateng untuk terus berkoordinasi dengan Kemenkes terkait antisipasi virus varian baru ini.

"Kadinkes (Kepala Dinkes) juga terus memantau dan berkoordinasi dengan Kemenkes agar bisa mencegahnya. Supaya virus varian baru ini bisa terdeteksi," tandasnya.

Virus corona varian baru ini menjangkiti dua orang warga Karawang usai bepergian dari luar negeri.

Saat ini, tim Satgas Covid telah melakukan pelacakan terhadap pihak keluarga.

varian virus corona yang lebih menular yang pertama kali diidentifikasi di Inggris terus bermunculan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Ditemukan pada TKI

Sebelumnya diberitakan, pemerintah telah menemukan dua kasus mutasi baru virus corona di Indonesia yang berasal dari Inggris yaitu B117 atau virus Inggris.

Dua orang di Indonesia yang terpapar virus corona B117 merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karawang, Jawa Barat.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Karawang, Fitra Hergyana.

"Pertama adalah M (41) asal Kecamatan Lemahabang dan A asal Kecamatan Pedes."

"Keduanya merupakan PMI dari Arab Saudi," ujarnya, dikutip dari TribunJabar.id, Rabu (3/3/2021).

Ia menyebut, A pulang dari Arab Saudi pada 28 Januari 2021, dan M pulang pada 31 Januari 2021.

Mereka dinyatakan positif Covid-19 dan mendapatkan perawatan di Pademangan.

Setelah dinyatakan negatif Covid-19, mereka baru pulang ke Karawang.

"Kemudian Kemenkes mengambil sampel untuk dilakukan whole genome sequencing-nya dan hasilnya baru kemarin keluar dan ternyata merupakan virus varian B117 asal Inggris," jelas Fitra.

Namun, Fitra memastikan varian virus corona B117 tersebut telah mati.

Sebab, M dan A telah dinyatakan negatif sejak mendapatkan perawatan di Pademangan sebelum pulang ke Karawang.

Dikutip dari Kompas.com, pelacakan dan pengetesan tetap dilakukan meskipun keduanya kembali ke Karawang sudah negatif.

Ia lalu meminta masyarakat agar tak khawatir.

"Saat kembali ke Karawang sudah negatif. Keduanya tidak bergejala dan saat ini isolasi di rumah, di lakukan pemantauan," ungkapnya, Rabu.

Fitra mengaku belum mengetahui dari mana dua pekerja migran Indonesia itu terpapar virus corona varian B117.

Namun, ia menduga keduanya terpapar saat berada di luar negeri.

"Kita masih melakukan penelitian. Kemungkinan dari luar karena baru dari Arab Saudi," lanjut dia.(mam)

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Resmi Dibuka Siang Ini, Login www.prakerja.go.id

Perempuan Paruh Baya Gegerkan Rombongan Bupati Pemalang, Nangis Meraung-raung Minta Rp10.000

Belum Sepekan Dilantik Jadi Bupati Blora, Arief Rohman Banjir Aduan Soal Jalan Rusak

Ancaman Loss Learning Itu Nyata, PGRI Jateng Minta Pemerintah Segera Izinkan Sekolah Gelar PTM

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved