Rabu, 27 Mei 2026

Berita Jateng

Komisi C DPRD Jateng Minta BUMD Gandeng Pelaku Industri

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah mendorong pemerintah provinsi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
IST
Anggota Komisi C DPRD Jateng, Agung Budi Margono. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah mendorong pemerintah provinsi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Anggota Komisi C DPRD Jateng, Agung Budi Margono menyatakan, PAD tidak hanya bersumber dari pajak.

Selama ini, pajak kendaraan bermotor maupun bea balik nama memiliki kontribusi besar terhadap PAD.

Karenanya, ketika perekonomian diguncang dampak pandemi, daya beli masyarakat akan kendaraan bermotor berkurang, PAD pun melorot.

Oleh karena itu, dibutuhkan optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai sumber lain yang bisa mendatangkan PAD.

"Pemerintah Jawa Tengah harus bisa mengoptimalkan peran BUMD khususnya di sektor investasi untuk meningkatkan perekonomian Jawa Tengah," kata Agung Budi, Minggu (18/4/2021).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menuturkan 2020 merupakan tahun yang berat bagi semua kalangan karena adanya pandemi Covid-19, tidak terkecuali pemerintah provinsi.

Ini bisa terlihat dari pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang berada diangka -2,65 persen. Maka dari itu diperlukan berbagai upaya untuk mengembalikan gairah perekonomian di Jawa Tengah.

Karena itu, strategi ekonomi harus ada sehingga pada 2021 perekonomian Jateng bisa bangkit. Termasuk mengoptimalkan semua sumber potensi PAD yang ada, satu di antaranya dari BUMD.

"Optimalisasi peran BUMD diperlukan untuk mendukung peningkatan reaslisasi investasi dan pendapatan daerah Jawa Tengah. Dengan begitu diharapkan perekonomian Jawa Tengah meningkat," katanya.

Agung Budi mengatakan pemerintah provinsi harus fokus pada penanganan peningkatan perekonomian pasca-Covid-19.

Ia juga mendorong para pelaku industri atau investor baik berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta yang masuk ke Jateng diminta menggandeng BUMD di Jateng.

Kebijakan itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendongkrak kontribusi PAD Jateng.

"Sinergitas antara pemerintah dan dunia usaha untuk mendorong pengembangan investasi di Jateng dibutuhkan dalam upaya peningkatan perekonomian," ujarnya.
Kemudian pengembangan digital investment promotion, serta  penyempurnaan layanan perizinan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved