Berita Jateng

Kisah KH Busyro Syuhada Sang Jawara Guru Silat Jenderal Soedirman

Lahan sempit di belakang masjid Desa Binorong, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, terdapat pusara.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
IST
Makam KH Busyro Syuhada guru Jenderal Soedirman di Desa Binorong Kecamatan Bawang Banjarnegara. 

Yang ia tahu, setelah berguru ke Mbah Busyro, Soedirman sempat berceramah pada acara gerakan kepanduan Hizbul Wathan di dataran tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara

“Habis di Banjar, dia diundang untuk ceramah Hizbul Wathan di Batur,”katanya

Guru Jenderal Soedirman ini jelas bukan orang sembarangan. Busyro Syuhada adalah jawara silat yang kesohor di zamannya. Ia memenangi banyak pertarungan dan sayembara di berbagai daerah. 

Di antara pertarungan yang membuatnya kondang adalah ketika melawan seorang warga Belanda. Pria Belanda itu mulanya sempat sesumbar. Fuad menceritakan, ia menantang orang Indonesia yang paling kuat untuk melawannya. 

Tantangan itu sampai ke telinga Busyro. Ia menyambut tantangan orang asing itu. Duel keduanya pun dimulai. Mereka berusaha saling melumpuhkan. 

Pria asing itu tentu bukan lawan sembarangan. Ia sempat berhasil mengempit anggota tubuh Busyro. Tetapi Busyro tak gampang ditaklukkan. Ia balik menyerang.  Dalam kondisi terjepit, Busyro mengeluarkan jurus tendangan. Pria asing itu terkena tendangan maut Busyro di selangkangan. 

Tubuh pria bule itu seketika roboh. Ia takluk di tangan Busyro. Busyro berhasil memenangkan pertarungan mematikan itu. Sang jawara kembali berjaya di arena pertarungan. 

"Setiap ada sayembara pendekar silat, dia selalu menang," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved