Senin, 13 April 2026

Berita Pekalongan

60 Persen Guru SMAN 4 Pekalongan Positif Covid-19, Begini Respon Wali Kota Aaf

60 Persen Guru SMAN 4 Pekalongan Positif Covid-19, Begini Respon Wali Kota Aaf. koordinasi dengan disdik provinsi jateng

Tribunpantura.com/Indra Dwi Purnomo
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf). 

Penulis : Indra Dwi Purnomo

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf) mengatakan, bahwa 60 persen guru dan tenaga kependidikan di SMAN 4 Pekalongan positif Covid-19.

"Benar, bahwa ada guru di SMAN 4 Pekalongan terpapar Covid-19."

"Saya mendapatkan kabar tadi pagi setelah diinformasikan ke Kadinkes ternyata benar," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid kepada Tribunjateng.com, Rabu (2/6/2021) malam.

"Ada 37 guru dan tenaga kependidikan yang positif. Rata-rata mereka orang tanpa gejala," ungkapnya

Terkait hal tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan provinsi.

"Intinya mereka sudah wfh dan ditunda dulu pembelajaran tatap muka (PTM) di SMAN 4."

"Kemudian, kita juga tekankan untuk guru dan murid agar prokes jangan hanya di sekolah saja, tetapi juga dikehidupan sehari-hari," imbuhnya.

Aaf juga menambahkan, rata-rata guru yang terpapar Covid-19 bukan warga Kota Pekalongan, melainkan luar kota.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 37 guru dan tenaga kependidikan di SMAN 4 Pekalongan terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto.

"Terkait guru yang ada di SMAN 4 Pekalongan yang terpapar Covid-19 itu berawal dari adanya satu guru yang dalam kondisi sakit yang bergejala namun tetap masuk kerja," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet, Rabu (2/6/2021) sore.

Slamet menuturkan, kepala sekolah sempat menyayangkan guru tersebut berangkat kerja dalam keadaan sakit dengan gejala anosmia atau indera penciuman tidak berfungsi.

"Kata kepala sekolah, kenapa sudah tau sakit kok tetap masuk. Berdasarkan, informasi bahwa guru tersebut takut jika tidak masuk TPP nya dipotong," tuturnya.

Selain itu juga, guru tersebut takut memeriksakan kondisinya untuk meminta surat keterangan sakit.

Slamet mengatakan ketakutannya adalah jika guru dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved