Berita Jateng
Liga 1 Belum Digelar, APPI Curhat ke Presiden Joko Widodo
Sebagai lanjutan dari pertemuan dengan seluruh pesepakbola profesional perwakilan dari setiap klub yang bermain di Liga 1 pada (23/7/2021) lalu
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Sebagai lanjutan dari pertemuan dengan seluruh pesepakbola profesional perwakilan dari setiap klub yang bermain di Liga 1 pada (23/7/2021) lalu, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Dalam surat terbuka tersebut, dibuat dan ditandatangani oleh perwakilan dari seluruh pemain 18 klub Liga 1 beserta presiden dan wakil presiden APPI.
Adapun wakil dari PSIS Semarang yang menandatangani surat terbuka tersebut adalah kiper senior tim Mahesa Jenar, Joko Ribowo.
Inti dari surat terbuka tersebut yakni menyatakan aspirasi dan keinginan para pemain sebagai bagian dari warga negara Indonesia kepada presiden, agar dapat segera membukakan jalan untuk kompetisi sepakbola untuk dapat segera berjalan kembali.
Selain itu, dalam surat tersebut APPI menyebut bahwa sudah 16 bulan lamanya pelaku sepakbola harus vakum. Dampaknya, mereka terguncang dengan keadaan ekonomi. Banyak di antara pemain yang belum mendapat kontrak hingga pemotongan gaji secara besar-besaran.
Dalam kesempatan sebelumnya, APPI juga membuat gerakan di sosial media dengan tagar #KamiSiapMain dan #PesepakbolaBersatu.
"Bapak Presiden yang kami rindukan aksi nya menendang kick off pembukaan liga,
kami juga menitipkan suara tidak hanya dari ribuan rekan-rekan seprofesi kami baik
yang berada di Liga-1 maupun Liga-2, namun juga para tim pelatih kami, official tim
kami, serta para wasit yang juga memiliki penghidupan dari kompetisi," demikian dikutip dari surat terbuka tersebut.
Berikut isi lengkap surat terbuka APPI kepada Presiden RI, Joko Widodo:
Jakarta, 28 Juli 2021
Yang terhormat,
Bapak Presiden Republik Indonesia,
Bapak Ir. H. Joko Widodo.
Kami disini mendoakan agar Bapak dalam kondisi sehat walafiat serta selalu dalam
lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Bapak Presiden yang kami hormati, izinkan kami, para pesepakbola profesional
Indonesia menyampaikan kegelisahan kami selama 16 bulan ini dikarenakan tidak
adanya kompetisi sepakbola, sebuah penghidupan bagi kami karena bermain
sepakbola bukan hanya sekedar hobi yang dibayar, namun merupakan sebuah
profesi yang memberikan kehidupan.
Bapak Presiden yang kami hormati, sepakbola di negara ini merupakan olahraga
dengan fanatisme yang tinggi, hiburan bagi masyarakat, dan kadang kala menjadi
pemersatu bangsa saat sebagian dari kami sedang menggunakan lambang garuda di
dada.
Bapak Presiden yang kami hormati, mungkin Bapak mendengar dan melihat tagar
#KamiSiapMain dan #PesepakbolaBersatu di media sosial beberapa hari kemarin,
tagar tersebut inisiasi kami, sebagai bentuk suara kami yang memang apa adanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/presiden-jokowi-penanganan-covid-19.jpg)