Berita Jateng
Liga 1 Belum Digelar, APPI Curhat ke Presiden Joko Widodo
Sebagai lanjutan dari pertemuan dengan seluruh pesepakbola profesional perwakilan dari setiap klub yang bermain di Liga 1 pada (23/7/2021) lalu
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muh radlis
Dulu tagar #PesepakbolaBersatu kami buat di tahun 2012 sebagai gerakan solidaritas
akan permasalahan tunggakan gaji yang dialami hampir seluruh pesepakbola
Indonesia.
Kini tagar tersebut kami gunakan kembali sebagai gerakan bersama untuk
menyatakan kami pesepakbola Indonesia siap untuk bermain sepakbola lagi.
Bapak Presiden yang kami hormati, profesi pesepakbola dianggap sebagai profesi
dengan penghasilan besar, penuh kemewahan dan ketenaran. Karena anggapan
itulah kami dianggap kalangan mampu yang jauh dari bantuan-bantuan yang
pemerintah berikan.
Namun Bapak Presiden yang kami hormati, apa artinya jika 16
bulan ini tidak ada penghasilan terlebih teman-teman kami yang berada di Liga-2,
pemotongan gaji dengan besaran fantastis, pemutusan kontrak sepihak, serta belum
ada klub yang mau mengontrak kami karena status kompetisi yang masih belum
jelas.
Bapak Presiden, profesi pesepakbola adalah profesi yang cukup berbeda dengan
profesi lainnya, kami tidak memiliki jangka waktu karir yang panjang, banyak dari kami
yang hanya memiliki panjang karir 10 tahun, syukur ada yang bisa sampai 15 tahun,
maka ketiadaan 2 tahun kompetisi sangat memprihatinkan bagi kami.
Bapak Presiden yang kami hormati, sesungguhnya adanya kompetisi selain
memberikan kehidupan bagi kami juga dapat memberikan hiburan bagi masyarakat.
Apalagi sejalan dengan himbauan Pemerintah untuk tetap di rumah bagi masyarakat
yang tidak memiliki kepentingan mendesak keluar rumah.
Bapak Presiden yang kami hormati, kini mayoritas dari kami sudah vaksin, kami juga
akan taat dengan protokol kesehatan. Jika memang protokol kesehatan yang ada
belum dianggap cukup untuk dijalankan, kami siap untuk diarahkan dengan protokol
kesehatan sebagaimana mestinya, jika perlu ditempatkan satgas saat kompetisi
berlangsung untuk menjaga protokol kesehatan agar berjalan dengan benar, kami
juga siap untuk diajak terlibat dalam penyusunan ataupun diskusi dalam pembuatan
aturan kesehatan.
Bapak Presiden yang kami hormati, kami memang sangat ingin kompetisi bisa
berjalan kembali, namun tetap dengan mengutamakan keselamatan, sehingga kami
siap untuk menyukseskan agenda kampanye Pemerintah untuk penyelesaian
pandemi, karena dengan kapasitas jejaring persona yang kami miliki, dapat
dimanfaatkan untuk mendukung program Pemerintah ke seluruh pelosok tanah air.
Bapak Presiden yang kami rindukan aksi nya menendang kick off pembukaan liga,
kami juga menitipkan suara tidak hanya dari ribuan rekan-rekan seprofesi kami baik
yang berada di Liga-1 maupun Liga-2, namun juga para tim pelatih kami, official tim
kami, serta para wasit yang juga memiliki penghidupan dari kompetisi.
Demikian Surat Terbuka kami untuk Bapak Presiden. Semoga Bapak Presiden
berkenan membaca serta mendengarkan aspirasi kami. Terima kasih Bapak Presiden.
Dari kami, Pesepakbola Indonesia.
Hormat Kami,
Firman Utina (Presiden APPI)
Andritany Ardhiyasa (Wakil Presiden APPI)
Johan A. Alfarizi (Arema FC)
Wawan Hendrawan (Bali United FC)
Awan Setho (Bhayangkara FC)
Javlon Guseynov (Borneo FC)
Bayu Gatra (Madura United FC)
M. Syaifuddin (Persebaya Surabaya)
Dwi Kuswanto (Persela Lamongan)
Ahmad Jufriyanto (Persib Bandung)
Maman Abdurahman (Persija Jakarta)
Andri Ibo (Persik Kediri)
Ian Louis Kabes (Persipura Jayapura)
Muklis Nakata (Persiraja Banda Aceh)
Agung Prasetyo (Persita Tangerang)
Adhitya Harlan (PS. Barito Putera)
Firza Andika (Persikabo)
Joko Ribowo (PSIS Semarang)
Zulkifli Syukur (PSM Makassar)
Bagus Nirwanto (PSS Sleman)
Tembusan Kepada :
- Yth. Bapak Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia;
- Yth. Bapak Menteri Kesehatan Republik Indonesia;
- Yth. Bapak Ketua Komisi X DPR RI;
- Yth. Bapak Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia;
- Yth. Bapak Ketua Satuan Tugas Covid-19;
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/presiden-jokowi-penanganan-covid-19.jpg)