Breaking News:

Berita Kajen

PPKM Level 3, Disdikbud Kabupaten Pekalongan Bersiap Gelar PTM Terbatas

PPKM Level 3, Disdikbud Kabupaten Pekalongan Bersiap Gelar PTM Terbatas. siswa paud hingga smp

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Indra Dwi Purnomo
Plt Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Haryanto Nugroho. 

TRIBUNPANTURA.COM, KAJEN - Masuk di wilayah PPKM Level 3, Pemkab Pekalongan berencana menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM).

Berdasarkan aturan PPKM terbaru, PTM terbatas dapat dilakukan pada satuan pendidikan di wilayah PPKM Level 1-3.

Sementara, untuk satuan pendidikan di wilayah PPKM Level 4 tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho mengatakan, pihaknya bersiap menggelar pembelajaran tatap muka.

Ini mengacu pada instruksi dari Mendagri nomor 30 tahun 2021.

Di mana, salah satu isinya yaitu diperbolehkannya daerah level 3 untuk melaksanakan PTM, namun dalam koridor ketentuan yang telah ditetapkan pada SKB 3 menteri.

"Di Jawa Tengah, Kabupaten Pekalongan masuk level 3. Di level 3 ada ruang untuk pembelajaran tatap muka terbatas."

"Di situ ada ketentuan-ketentuan seperti SLB dan Paud," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho kepada Tribunpantura.com, Rabu (11/8/2021).

Kemudian, PTM masih mengacu pada SKB 3 menteri. Sehingga prinsip kehati-hatian, kesehatan, dan keselamatan bidang pendidikan masih diprioritaskan.

"Besok hari Kamis (12/8/2021), akan mengundang dari sekolah yang kemarin sudah melaksanakan uji coba terutama di tingkat SMP sederajat, dan dari unsur SMA, karena barangkali kebijakan ini berada di tingkat provinsi juga."

"Kami akan segera melakukan langkah koordinasi dengan satgas Covid-19 kabupaten yang diketuai langsung oleh bupati," imbuhnya.

Saat disinggung mengenai, persiapan sendiri apabila PTM dilakukan Haryanto mengungkapkan, vaksinasi pelajar, pendidik, dan tenaga kependidikan kemungkinan akan dijadikan sebagai salah satu pertimbangan syarat bisanya PTM terbatas dilakukan.

Saat ini Dindikbud masih melakukan inventarisasi terhadap tenaga pendidik dan kependidikan serta para siswa di Kabupaten Pekalongan yang telah mendapatkan vaksin maupun yang belum.

"Saya sudah perintahkan untuk kawan-kawan segera menginventarisir data riil pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah vaksin, termasuk pelajar."

"Nantinya, sudah vaksin terutama untuk tingkat SMP yang dibawah kewenangan Kabupaten bisa menjadi salah satu faktor penguat berkaitan dengan prinsip kehati-hatian dan keselamatan terhadap insan pendidikan," ungkapnya.

Bagi tenaga pendidik serta siswa yang belum divaksin, Dindikbud akan melakukan upaya percepatan dengan menggandeng TNI-Polri.

"Harapannya, ketika PTM telah dimulai semua sudah tervaksin sehingga prinsip yang dipesankan oleh Mendagri dapat terpenuhi," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved