Breaking News:

Berita Jateng

Pengukuhan Gelar Profesor ke Burhanuddin dari Unsoed Diwarnai Unjuk Rasa, Sebut Jaksa Agung Abai HAM

Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto menggelar aksi massa menuntut Jaksa Agung, ST Burhanuddin menyelesaikan berbagai

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Aksi Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto yang menuntut Jaksa Agung, ST Burhanuddin untuk menyelesaikan berbagai pelanggaran HAM berat di Indonesia, Jumat (10/9/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, PURWOKERTO - Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto menggelar aksi massa menuntut Jaksa Agung, ST Burhanuddin menyelesaikan berbagai pelanggaran HAM berat di Indonesia. 

Aksi mahasiswa tersebut bersamaan pula dengan pengukuhan Profesor ST Burhanuddin dari Unsoed yang digelar di Aula Graha Widyatama, Jumat (10/9/2021). 

Para mahasiswa membawa berbagai macam spanduk bertuliskan, 'Selamat datang Burhanuddin, Burhanuddin Profesor Abai HAM, hingga Tuntaskan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu'. 

Mereka juga membawa berbagai macam topeng para korban pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu seperti Munir. 

Presiden BEM Unsoed, Fakhrul Firdausi mengatakan mereka tidak mempermasalahkan dengan pemberian gelar Profesor yang diberikan oleh Unsoed. 

"Kami tidak mempermasalahkan dengan pemberian gelar Profesor, yang kami permasalahkan adalah berbagai pelanggaran HAM berat Indonesia yang tidak kunjung diselesaikan oleh beliau," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com.

Sehingga aksi tersebut sebagai sarana mengingatkan agar Jaksa Agung segera menyelesaikan pelanggaran HAM berat yang direkomendasikan Komnas HAM. 

"Misalkan kasus Semanggi 1 dan 2, laporannya sudah diberikan, tapi beliau mengatakan itu bukan kasus pelanggaran HAM berat," ungkapnya. 

Dalam orasinya para mahasiswa meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin menjalankan perintah Presiden Joko Widodo untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu.

"Kami mendesak agar jaksa agung segera melaksanakan perintah presiden untuk menyelesaikan pelanggaran HAM berat masa lalu," tambahnya. 

Seperti diketahui Jokowi mengatakan Kejaksaan Agung memegang komitmen dalam penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved