Minggu, 12 April 2026

Berita Jateng

Nyeri di Dada Tanda Terpapar Virus Covid-19? Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala, biasanya ada gangguan pada organ tubuh.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
IST
Tangkapan layar Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Primaya Hospital, Bambang Budiono menjelaskan kaitan antara nyeri dada dan covid 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala, biasanya ada gangguan pada organ tubuh.

Yang paling umum gangguan pada sistem pernapasan karena turunnya saturasi oksigen dalam tubuh, hilangnya indera penciuman dan perasa, serta yang lainnya.

Namun demikian, dalam buku panduan informasi dari dunia kesehatan dunia atau WHO, ada sejumlah gejala yang ditimbulkan karena virus corona. Satu di antaranya nyeri di bagian dada.

Tetapi, tidak semua nyeri dada diidentikan dengan covid. Bisa saja ada penyakit lain yang mengintip anda.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Primaya Hospital, Bambang Budiono menuturkan covid merupakan penyakit seribu wajah.

Artinya, bisa menyerupai berbagai macam penyakit.

"Tentunya diperlukan pemeriksaan tambahan atau penunjang agar bisa diketahui nyeri dada tersebut karena penyakit jantung atau covid.

Penyakit jantung memiliki nyeri dada yang khas," kata Bambang Budiono dalam diskusi virtual pada Rabu (29/9/2021).

Nyeri di dada bisa jadi karena penyakit jantung koroner karena penumpukan lemak, penyempitan gangguan suplai dari pembuluh darah koroner ke otot-otot jantung.

Nyeri dada juga bisa terjadi karena tiba-tiba cemas karena situasi tertentu, atau terlalu khawatir.

Nyeri di dada bisa jadi menandakan adanya masalah pada paru-paru, otot, saraf, dan persendian, serta saluran tekak lambung.

Karena itu, perlu diagnosis dokter untuk membuat kesimpulan yang pasti.

Terkait nyeri dada karena penyakit jantung, ia menegaskan rasa sakit tidak harus di dada kiri, tapi juga bagian tubuh lain.

Misalnya, di belakang tulang dada, bisa menjalar ke leher hingga menimbulkan rasa seperti tercekik.

"Bisa juga nyerinya di bahu, rahang, di sekitar ulu hati. Karena itu dokter kerap tertipu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved