Rabu, 8 April 2026

Berita Kendal

Bupati Kendal Minta Kesiapan Relawan Tangani Bencana Banjir dan Longsor

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menyebut, masih ada 6 titik tanggul Sungai Bodri yang rawan jebol membanjiri permukiman saat intensitas

Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Tim gabungan penanggulangan bencana Kabupaten Kendal melakukan simulasi penanganan bencana angin puting beliung di lapangan Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring, Kamis (4/11/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, KENDAL - Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menyebut, masih ada 6 titik tanggul Sungai Bodri yang rawan jebol membanjiri permukiman saat intensitas hujan meningkat.


Di antaranya, tanggul sungai di Desa Sedayu dan Desa Taman Gede, 2 tanggul di Desa Gemuh Blanten, Kecamatan Gemuh, dan dua titik lainnya berada di Desa Korowelang Kulon dan Desa Botomulyo, Kecamatan Cepiring.


Sementara tanggul kritis di Desa Lanji Kecamatan Patebon sedang dalam perbaikan permanen.


Dico meminta OPD terkait, para relawan dan masyarakat melakukan antisipasi sedini mungkin manakala bencana banjir datang sewaktu-waktu.


Termasuk beberapa daerah yang berpotensi terjadi bencana alam, seperti tanah longsor, dan bencana angin. 


"Kami akui bencana banjir masih bisa terjadi di beberapa titik saat hujan tinggi, debit air naik.

Fokus kami memastikan bagaimana cara menangani dan mengantisipasi apabila bencana banjir, dan bencana lainnya terjadi.

Semua harus terlibat," terang Dico usai mengikuti Apel Siaga Bencana, di Desa Korowelang Kulon, Cepiring, Kamis (4/11/2021).


Dico menyebut, permasalahan bencana banjir di Kendal sangatlah komplek. 


Terutama luapan air Sungai Bodri yang terhubung dengan Kabupaten Temanggung.


Pihaknya terus berupaya melakukan pencegahan melalui sejumlah pembangunan. 


Di antaranya rencana pembangunan waduk bodri sebagai pengendali banjir, perbaikan drainase, dan pembangunan tanggul kritis permanen secara bertahap. 


Selain itu, Dico meminta kepada satuan penanganan bencana dari BPBD, tim SAR, Pemadam Kebakaran, dan petugas medis 119 agar menyiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan.


Termasuk pengecekan alat-alat bantu yang masih layak untuk digunakan.


Dia juga mengimbau agar masyarakat aktif menyampaikan kejadian bencana dengan cepat melalui sejumlah nomor layanan call center 112.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved