Berita Kendal
Bupati Kendal Minta Kesiapan Relawan Tangani Bencana Banjir dan Longsor
Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menyebut, masih ada 6 titik tanggul Sungai Bodri yang rawan jebol membanjiri permukiman saat intensitas
Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
Agar, petugas bisa merespon dengan cepat pula supaya bisa ditangani dengan maksimal.
"Saya minta komunikasinya dibangun dengan baik antara warga, TNI, Polri, dan tim relawan agar penanganan bencana nantinya cepat teratasi.
Semua harus lebih ekstra lagi dalam menyiapkan penanganan bencana.
Meski peralatan komplit, terkadang laporan masyarakat terlambat yang jadi kendala," tutur Dico.
Bupati juga meminta kepada dinas terkait untuk menyelesaikan perbaikan sejumlah drainase.
Agar bisa membantu pencegahan bencana banjir.
"Kesiapsiagaan ini perlu ditingkatkan, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, dan kerusakan akibat bencana," terangnya.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kendal, Sigit Sulistyo menambahkan, mitigasi daerah-daerah rawan bencana sudah dilakukan.
Termasuk beberapa permukiman rawan banjir di balik tanggul Sungai Bodri.
Selain itu, BPBD juga sudah memasang early warning system (EWS) di Desa Tirto Mulyo, Kecamatan Plantungan untuk mendeteksi bahaya lonsor.
"Kami sudah siapkan posko siaga bencana tiap kecamatan.
Semua daerah sudah mulai mengantisipasi bencana sejak dini," jelas dia.
Sigit menyebut, prediksi musim penghujan kali ini terjadi sepanjang November, Desember dan Januari 2022.
Puncaknya diperkirakan pada Januari nanti.
"Untuk perbaikan tanggul paling kritis di Desa Lanji, Patebon diperkirakan selesai dalam sepekan," tutur Sigit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Tim-gabungan-penanggulangan-bencana-Kabupaten-Kendal-mela.jpg)