Berita Nasional

Denni Purbasari Ungkap Resep Sukses Kartu Prakerja: User Friendly, Produk Hebat dan Tim Hebat

Denni Purbasari Ungkap Resep Sukses Kartu Prakerja: User Friendly, Produk Hebat dan Tim Hebat

Dok Pelaksana Program Kartu Prakerja
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja Denni Purbasari, memaparkan capaian Kartu Prakerja saat menjadi narasumber kuliah tamu Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, bertema ‘Sharing Pengelolaan Peluncuran Sebuah Program Kerja Pemerintah’, Sabtu (13/11/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM - Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja Denni Purbasari, menyebut program Kartu Prakerja didesain dan dieksekusi sebagai sebuah inovasi layanan publik pemerintah yang responsif dan adaptif menjawab kebutuhan masyarakat.

Program yang merupakan janji kampanye Presiden Joko Widodo ini ditujukan untuk memberikan pelatihan praktis bagi angkatan kerja Indonesia dalam skala dan kecepatan yang luar biasa, sebelum bonus demografi mulai menurun 2030 nanti.

Agar Prakerja tidak menjadi 'produk gagal', pendekatan ala swasta-startup banyak digunakan dalam implementasinya.

Mulai dari identifikasi persoalan di masyarakat dan solusi apa yang bisa diberikan lewat Program Kartu Prakerja.

Visi 'produk' yang hebat dan tim yang hebat menjadi kunci sukses Prakerja, yang dalam waktu 1,5 tahun mampu melatih 11,4 juta orang dimana 87 persen diantaranya belum pernah ikut pelatihan sepanjang hidup mereka.

Mindset 'customer-centric' diterapkan dengan teknologi 4.0 mulai dari onboarding peserta, pelatihan, pembayaran, monitoring-evaluasi, iterasi produk, marketing-komunikasi, hingga customer relation management.

Penegasan itu disampaikan Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja Denni Purbasari saat menjadi narasumber kuliah tamu Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, bertema ‘Sharing Pengelolaan Peluncuran Sebuah Program Kerja Pemerintah’, Sabtu (13/11/2021).

“Kami berkomitmen untuk membuat perbedaan dengan 'produk-produk' pendidikan dan pelatihan yang sudah ada dan melakukannya dengan cara yang berbeda karena skala dan kecepatan yang dituntut beda,” kata Denni, dalam keterangannya.

Doktor ekonomi lulusan University of Colorado at Boulder, Amerika Serikat, ini mengutip, membuat rencana atau ide apakah itu blueprint, roadmap, rencana aksi itu mudah, tetapi mengimplementasikannya di lapangan itu semesta yang berbeda.

“Sejak awal kami bertekad agar Kartu Prakerja tidak menjadi produk gagal. Ada dua ciri produk gagal. Pertama, orang tidak banyak mengetahui tentang produk itu."

"Kedua, kalaupun tahu, publik tidak mudah menikmati produk itu, dan kalau bisa, mereka tidak puas,” urainya.

Deputi Ekonomi Kepala Staf Kepresidenan 2015-2020 ini menerangkan, Program Kartu Prakerja hadir untuk menjawab problem ketenagakerjaan Indonesia.

Ada dua masalah besar di dunia ketenagakerjaan kita, yakni minimnya lowongan kerja serta rendahnya skill angkatan kerja.

“Kartu Prakerja menjawab tantangan yang kedua, menjadi komplemen dari program pelatihan yang sudah ada, supaya kompetensi dan kewirausahaan angkatan kerja kita meningkat,” jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved