Berita Nasional

Denni Purbasari Ungkap Resep Sukses Kartu Prakerja: User Friendly, Produk Hebat dan Tim Hebat

Denni Purbasari Ungkap Resep Sukses Kartu Prakerja: User Friendly, Produk Hebat dan Tim Hebat

Dok Pelaksana Program Kartu Prakerja
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja Denni Purbasari, memaparkan capaian Kartu Prakerja saat menjadi narasumber kuliah tamu Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, bertema ‘Sharing Pengelolaan Peluncuran Sebuah Program Kerja Pemerintah’, Sabtu (13/11/2021). 

“Di sinilah pentingnya merekrut orang-orang yang ‘agile’, kuat dan share the same vision. Meskipun gajinya tidak sebesar di industri, tapi juga tidak rendah banget, mereka tetap loyal karena purpose yang jelas,” tegasnya.

Selaku pucuk pimpinan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Purbasari tak jemu menekankan pentingnya sering-sering mengingatkan ‘purpose’ organisasi ini kepada tim kerjanya.

“Bahwa bekerja di Program Kartu Prakerja tujuannya mulia, untuk membuat saudara-saudara kita di berbagai pelosok Indonesia yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, yang sebelumnya tidak bisa, menjadi bisa,” paparnya.

Ekonom yang pernah menjadi asisten Staf Khusus Wakil Presiden Boediono ini menggarisbawahi, ada empat nilai utama dari tim Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja.

Pertama, ‘Above and beyond’. Bahwa bekerja itu bukan ala kadarnya.

Kedua, ‘Passionately curious’. Jangan berasumsi, terus belajar.

Ketiga, ‘Together, we create impact’. Jangan kerja sendiri-sendiri. Kesuksesan hanya bisa diraih lewat teamwork.

Keempat, ‘Integrity above all’. Bahwa yang diucapkan, itulah yang harus dilakukan. Mengelola uang negara begitu banyak harus punya integritas tinggi.

“Bekerja di program pemerintah dengan tantangan besar seperti ini, tidak cukup hanya dibutuhkan kepintaran atau kecakapan kognitif, namun juga kecakapan emosional."

"Karena high performing team dengan diversity tinggi di satu sisi dan di sisi lain lingkungan eksternal berubah dan challenging menyebabkan constant chaos dan tarik-ulur. Turnover tinggi."

"Jadi, mengimplementasikan Program di lapangan itu tidak mudah,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved