Berita Nasional
Denni Purbasari Ungkap Resep Sukses Kartu Prakerja: User Friendly, Produk Hebat dan Tim Hebat
Denni Purbasari Ungkap Resep Sukses Kartu Prakerja: User Friendly, Produk Hebat dan Tim Hebat
Berbagai pihak telah mengapresiasi Program Kartu Prakerja yang tidak hanya memberikan uang di masa pandemi namun juga pelatihan untuk meningkatkan human capital.
Caranya yang ‘end to end digital’ membuat program menjadi efisien, efektif dan transparan.
Tak heran pimpinan KPK mengatakan Program Kartu Prakerja bisa menjadi best practice dan contoh bagi program berskala besar lainnya.
“Kami berorientasi pada solusi dan berupaya memenuhi tuntutan konsumen di tengah prosedur penggunaan APBN yang sangat rigid dan konservatif,” tegasnya.
Dengan postur angkatan kerja yang bertambah sekitar 2,5 juta orang setiap tahunnya, Kartu Prakerja menyasar anak muda sebagai target utamanya.
Di sinilah, komunikasi dilakukan dengan bahasa non formal, namun menghasilkan pencapaian nyata.
Misalnya, Instagram @prakerja.go.id memiliki 3,5 juta followers serta website www.prakerja.go.id menjadi situs pemerintah yang paling banyak dibuka namun memiliki tingkat keamanan dan stabilitas terjamin.
Selain itu, kata ‘Kartu Prakerja’ menjadi kata yang paling dicari dan menduduki peringkat pertama dalam ‘Google Trend’ 2020.
“Kami berusaha ‘’user friendly’, melihat segmen yang dibidik, lalu berkomunikasi dalam gaya bahasa mereka. Jangan membuat jarak dengan stakeholder yang dilayani."
"Karena program itu sesungguhnya diciptakan untuk mereka."
"Humility dan empati ini ada pada tim Prakerja termasuk tim Pak Menko Perekonomian, yang ditugasi Presiden untuk mengkoordinir Program,” terang Denni.
Untuk mengelola program senilai Rp41,2 triliun, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja adalah organisasi yang sangat ramping.
Total stafnya hanya 105 orang mulai dari Direktur Eksekutif hingga pramubakti, yang mayoritasnya anak muda di bawah usia 35 tahun yang sebelumnya bekerja di startup, perbankan, konsultan komunikasi, firma hukum, dan lain-lain.
“Kalau kita mau lari secepat Porsche, ya mesinnya harus kompatibel. Tidak boleh pelit dan jangan kelebihan beban yang tak perlu” katanya.
Denni menjabarkan, jika pemerintah ingin melakukan sesuatu dengan gaya berbeda dan menimbulkan hasil signifikan, harus berani merekrut orang-orang dari industri yang sesuai, dalam konteks ini dari dunia startup.