Minggu, 17 Mei 2026

Berita Semarang

Begini Reaksi Ganjar Dapati Guru Copot Masker saat Keliling Cek Sekolah PTM 100 Persen

Begini Reaksi Ganjar Dapati Guru Copot Masker saat Keliling Cek Sekolah PTM 100 Persen di Semarang

Tayang:
Penulis: m zaenal arifin | Editor: yayan isro roziki
Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMAN 10 dan SMAN 11 Semarang, Selasa (4/1/2022). 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Sejumlah sekolah khususnya tingkat SMA/SMK di Kota Semarang sudah melakukan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Sembari gowes, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek praktik PTM 100 persen di dua SMA di Kota Semarang, Selasa (4/1/2022). 

Dua sekolah yang disidak Ganjar antara lain SMAN 11 Kota Semarang dan SMAN 10 Kota Semarang.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMAN 10 dan SMAN 11 Semarang, Selasa (4/1/2022).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMAN 10 dan SMAN 11 Semarang, Selasa (4/1/2022). (Humas Pemprov Jateng)

Berdasarkan pantauan di dua sekolah tersebut Ganjar memberikan beberapa catatan terkait pelaksanaan PTM 100 persen.

Di antaranya setiap sekolah mempunyai model dalam melaksanakan PTM.

Misalnya PTM 100 persen di SMAN 10 Kota Semarang, di sana model pembelajaran masih dibagi menjadi dua kelompok belajar.

Sebanyak 50 persen siswa tiap kelas masuk pagi dan 50 persen lainnya masuk siang.

Hal itu dilakukan untuk mengatur kapasitas dan jarak antarsiswa selama belajar di dalam kelas.

"Ternyata beberapa di antaranya punya model-model."

"Satu, modelnya setengah-setengah, jadi 50 persen anak belajar sampai pukul 12.00, terus kemudian setelah pukul 12.00 kelas berikutnya, sehingga kelas hanya diisi setengah (kapasitas)," kata Ganjar usai meninjau PTM di SMAN 10 Kota Semarang.

Praktik berbeda dilakukan oleh SMAN 11 Kota Semarang yang menggunakan model 100 persen siswa belajar di sekolah sejak pukul 07.30-12.00.

Sekolah melakukan pengawasan ketat sejak peserta didik memasuki lingkungan sekolah dan masih menutup kantin sekolah.

"Tapi tadi saya melihat ada satu yang full 100 persen sekolahnya sampai pukul 12.00."

"Meskipun kantin masih tutup dan mereka bawa (bekal) sendiri tetapi jaraknya masih terlalu mepet karena satu bangku ada dua anak."

"Saya minta nanti untuk dievaluasi," tuturnya.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved