Berita Jateng
Dulu Pekerja Konstruksi Baja, Kini Dicky Banting Setir Sukses Budidaya Lobster
Pemuda berusia 27 tahun di Kudus ini telah berhasil budi daya lobster air tawar. Lobster jenis red claw tersebut kini telah
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
Bukan konsumsi,” kata lelaki pemilik tubuh kurus.
Usaha budi daya lobster air tawar yang telah ditekuninya sejak 2018 itu kini telah menemui titik terang setelah pada 2020 itu dia sunggung-sungguh menekuninya.
Kenapa demikian, sebab awal mula dia memulai budi daya tersebut hanya sebagai sampingan di sela-sela aktivitasnya bekerja di bidang konstruksi pemasangan besi baja.
Pada 2020 pandemi Covid-19 mulai melanda.
Sebagai pekerja lepas, jasanya di bidang konstruksi baja tidak lagi ada yang menggunakan.
Penghasilannya pun hilang.
Saat itu dia yang masih duduk di bangku semester 5 Universitas Muria Kudus pun harus rela berhenti.
Dia pun akhirnya berpikir ulang bagaimana agar bisa tetap mendapatkan penghasilan.
Meski belum punya tanggungan keluarga, sulung tiga bersaudara dari pasangan Sri Lestari dan Agung Susetyo berpikir agar bisa mengumpulkan uang untuk biaya pernikahan dan kehidupan setelahnya.
Dari situlah dia mulai bersungguh-sungguh dalam budi daya lobster.
Segenap pengalaman yang telah didapatkan sejak dua tahun terakhir akhirnya benar-benar dia maksimalkan.
“Belajar budi daya lobster saya dari teman.
Saya diajari, kemudian di rumah saya kembangkan sendiri sampai ada beranak, terus diajari mengawinkan indukan sendiri,” katanya.
Setelah setahun lebih menekuni budi daya lobster, kini Dicky bisa mendapat penghasilan karenanya.
Rata-rata per bulan dia mendapat setara dengan upah minimum Kabupaten Kudus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Dicky-Safitri-menunjukkan-lobster-hasil-budi-dayanya.jpg)