Rabu, 27 Mei 2026

Berita Jateng

Dulu Pekerja Konstruksi Baja, Kini Dicky Banting Setir Sukses Budidaya Lobster

Pemuda berusia 27 tahun di Kudus ini telah berhasil budi daya lobster air tawar. Lobster jenis red claw tersebut kini telah

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Dicky Safitri menunjukkan lobster hasil budi dayanya. 

"Alhamdulillah. Kini sudah ada penghasilan," kata dia.

Pemasaran yang dilakukan oleh Dicky sebagian besar melalui daring.

Dari situ tidak hanya Kudus saja yang membeli lobsternya.

Banyak pembeli dari berbagai daerah, misalnya Pati, Jepara, Brebes, Banyumas, sampai Jakarta.

Harga yang dia patok per kilogram berisi sekitar 13 ekor lobster senilai Rp 200 ribu.

Biasanya lobster yang dia jual sudah dibekukan.

Dia juga menjual versi matang dengan bumbu saus seporsi Rp 80 ribu.

Seporsi itu isinya biasanya dua ekor lobster besar dan dua kecil.

"Kalau yang lobster matang biasanya yang pesan orang Kudus dan sekitarnya," kata dia.

Dalam membudidayakan lobster air tawar, kata Dicky, terbilang mudah.

Dia tinggal memberi pakan setiap malam karena ia tergolong hewan nokturnal.

Lobster air tawar yang dia budi dayakan tergolong omnivora.

Doyan makan apa saja.

Untuk hal ini, Dicky memilih tahu sebagai pakan lobster piaraannya.

"Karena tahu mudah didapat dan harganya terjangkau.

Lobster pun mau makan," kata dia.

Yang perlu diperhatikan dalam budi daya lobster air tawar yaitu perihal sirkulasi air.

Dicky tidak perlu repot.

Dia baru mengganti air kolam saat lobsternya pada naik ke permukaan air.

Artinya udang tidak nyaman karena air kotor atau tercemar.

"Kalau sehari-hari cukup membersihkan kotoran lobster saja," kata dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved