Minggu, 14 Juni 2026

Konflik Wadas

Mahasiswa Antarkampus Semarang Geruduk Mapolda Jateng, Minta Polisi Tarik Anggota dari Wadas

Aliansi Kamisan bersama ratusan mahasiswa di Kota Semarang mendatangi kantor Polda Jateng, Kamis (10/2/2022) sekira pukul 16.00 WIB.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Moch Anhar
Dokumentasi Narasumber
Mahasiswa gabungan antarkampus dan Aksi Kamisan melakukan protes di depan kantor Polda Jateng buntut dari aksi represif aparat di Wadas, Purworejo, di Kota Semarang, Kamis (10/2/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Aliansi Kamisan bersama ratusan mahasiswa di Kota Semarang mendatangi kantor Polda Jateng, Kamis (10/2/2022) sekira pukul 16.00 WIB.

Elemen mahasiswa tersebut tergabung dari Kampus Unnes, Undip, UIN Walisongo, Unissula, Unimus, termasuk Udinus.

Aksi itu mereka lakukan untuk  mendesak kepada aparat kepolisian supaya meninggalkan desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo.

Baca juga: Aksi Blokade Jalan Pantura di Semarang Ricuh, Saling Rebut Ban dan Bersitegang dengan Pengguna Jalan

Baca juga: Gubernur Ganjar Janji Buka Ruang Dialog untuk Warga Wadas yang Menolak Tambang Batu Andesit

Tuntutan ini buntut kericuhan antara warga Wadas dengan aparat kepolisian di Desa Wadas, Purworejo.

Koordinator aksi, Aziz Rahmat Ahmadi, menyampaikan aksi turun ke jalan ini menyampaikan pesan dan tuntutan kepada kepolisian terkait di Wadas.

Tuntutan pertama, menolak rencana pertambangan Quairi di Wadas.

Menarik kepolisian dari desa Wadas, serta menghentikan kriminalisasi dan intimidasi aparat terhadap desa Wadas.

Usut tuntas tindakan aparat kepolisian di desa Wadas.

Point paling penting pihaknya  meminta kepada Polda untuk segera menarik aparat kepolisian di desa Wadas.

"Selain itu menghentikan kriminalisasi dan intimidasi aparat terhadap Wadas," ungkap pria mahasiswa Unnes itu.

Sebelum mendatangi kantor Polda Jateng, mereka berkumpul di depan gerbang eks Kampus Undip Pleburan, Semarang Selatan.

Kemudian longmarch menuju Mapolda Jateng dan membentangkan spanduk di antaranya bertuliskan 'Stop Penjarahan Gaya Baru', 'Wadas Ora Didol' dan lainnya.

Dalam oratornya, mahasiswa sangat menyayangkan terkait tindakan represif aparat kepolisian terhadap warga Wadas.

Menanggapi alasan penolakan rencana pembangunan di Wadas, Aziz mengatakan dari warga Wadas menginginkan tanahnya tidak dilakukan pertambangan.

Kedua, pertambangan tersebut dianggap warga Wadas merusak lingkungan.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved