Berita Jateng

Dyah Purwatiningsih Sebut Hewan Kurban Tak Akan Divaksin PMK

Virus Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak dinilai merugikan bagi masyarakat.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/REZANDA AKBAR
Vaksinasi PMK di Desa Sidorejo Demak/Rezanda Akbar D 

TRIBUNPANTURA.COM, DEMAK - Virus Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak dinilai merugikan bagi masyarakat.


Terlebih, saat ini mendekati perayaan idul adha yang identik dengan berkorban baik sapi, kerbau, kambing, domba yang rawan terjangkit PMK.


Saat ini, pemerintah sedang melakukan berbagai cara untuk mengantisipasi serta melakukan penanganan termasuk vaksinasi.


Hanya saja, vaksinasi PMK ini tidak diberikan kepada hewan ternak yang akan dikurbankan.


Hal itu dijelaskan oleh Dyah Purwatiningsih, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinperpan Demak, Senin (27/6/2022) usai melakukan vaksinasi PMK untuk sapi betina di Desa Sidorejo, Karangawen Demak.


"Vaksinasi ini, diberikan kepada ternak yang sehat dan tidak akan digunakan untuk hewan kurban yang akan dipotong," tegasnya.


Hal itu, karena sapi yang divaksin kemudian untuk kurban maka akan sia-sia.


"Hanya saja saat ini masyarakat resah dan gelisah. Sedangkan untuk korban ada SOPnya sendiri tetap ada pemeriksaan," urainya.


Selain itu, dari pertimbangan yang ada jumlah ternak sehat yang antre vaksin lebih besar.


"Maka kita tidak berikan kepada hewan yang akan dipotong. Dari jangka waktu di vaksin dan penyembelihan juga pendek, jangan sampai ibaratnya nanti muspro (sia-sia)," terangnya.


Menambahkan, drh Siswani, Balai Besar Veteriner Maros Kementrian Pertanian, mengatakan bahwa vaksin ini di fokuskan kepada sapi betina.


"Jadi, vaksin ini bukan untuk hewan yang dijual untuk kurban. Kita fokuskan vaksinasi untuk betina hingga tiga dosis," terangnya


Tujuan pemberian vaksin PMK ini untuk memberikan pencegahan dan kekebalan kepada hewan ternak.


"Jadi kenapa diutamakan sapi betina yang produktif karena itu untuk pembibitan," jelasnya.


Sedangkan hewan yang sembuh dari PMK, tidak diprioritaskan untuk vaksinasi.


"Sampai saat ini, karena dianggap memiliki kekebalan jadi tidak divaksin. Jadi betul-betul hewan yang sehat dan belum pernah terjangkit," tutupnya.


Vaksinasi hewan ternak untuk pertama dilakukan di Kabupaten Demak, di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, dengan target 187 ekor sapi.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved