Berita Slawi

Jelang Idul Adha, Ini Persiapan yang Dilakukan Pemkab Tegal

Melihat perkembangan kasus PMK, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal mulai melaksanakan beberapa langkah antisipasi.

TribunPantura.com/Desta Leila Kartika
Ilustrasi - Dokter hewan sedang memeriksa sapi di peternakan PT Rodjo Banteng Mas (RBM), Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, Selasa (17/5/2022). 

"Harus saling mengerti antara peternak dengan daerah yang mau menerima maupun yang mengirim hewan ternak."

"Karena harus dipastikan hewan dalam kondisi sehat, sehingga nantinya kami bisa mengeluarkan surat rekomendasi untuk menerima ternak dari daerah lain karena kondisinya sehat," jelasnya.

Baca juga: Vaksinasi PMK Perdana di Jepara Sasar 160 Ekor Ternak Sapi

Sementara untuk pelaksanaan vaksinasi PMK, menurut Sugiyanto dilakukan secara bertahap dan tahap pertama Kabupaten Tegal mendapat alokasi 1.500 dosis.

Setelah empat minggu, nantinya ada pengulangan vaksinasi atau istilahnya tahap kedua, nah jumlahnya berapa menyesuaikan saat pelaksanaan tahap pertama.

Intinya, untuk vaksin PMK bagi hewan ternak dilakukan bertahap menyesuaikan alokasi yang ada. 

"Untuk hewan ternak yang sudah terjangkit PMK, tetap bisa mendapat vaksin tapi menunggu paling cepat tiga sampai empat bulan ke depan."

"Sehingga fokus kami saat ini menyasar hewan ternak yang sehat terlebih dahulu."

"Mengingat jumlah dosis vaksin juga dijatah, dan tahap pertama ini kami mendapat alokasi 1.500 dosis."

"Jumlah tersebut harus habis pada tanggal 2 Juli mendatang," jelasnya.

Baca juga: Peringati 1 Tahun Kepemimpinan Fadia-Riswadi, Pemkab Pekalongan Gelar Malam Hiburan Rakyat

Pada kesempatan ini, Sugiyanto memberikan imbauan kepada peternak untuk tidak mengumbar atau membiarkan hewan ternak miliknya berkeliaran sembarangan.

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi penularan wabah PMK yang sedang meningkat.

Selain itu, peternak juga diharapkan untuk menjaga kebersihan kandang termasuk hewan ternaknya.

"Kami juga mengimbau yang sedang dalam tahap pengobatan, peternaknya jangan sampai berkunjung ke peternakan yang sehat."

"Karena sebetulnya jika ada temuan kasus PMK, yang harus menjalankan karantina bukan hanya hewan tapi peternaknya juga," tutup Sugiyanto. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved