Berita Batang

Warga Batang Ciptakan Metode Potes Pucuk, Budidaya Anggur Tak Berhenti Berbuah

Green house itu sengaja dijadikan tempat menanam anggur, ia merupakan pencipta teknik potes pucuk pada tanaman anggur.

Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Dina Indriani
Tri Makno menunjukkan buah anggur hasil budidaya potes pucuk di Green House miliknya. 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Di Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang ada sebuah green house yang kerap dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah bahkan luar negeri.

Pemiliknya adalah Tri Makno, penyuluh pertanian Kecamatan Subah. 

Tri Makno membongkar ruang tamunya untuk dijadikan green house dengan ukuran 6 kali 12 meter.

Green house itu sengaja dijadikan tempat menanam anggur, ia merupakan pencipta teknik potes pucuk pada tanaman anggur.

Teknik itu sangat cocok digunakan untuk penghobi anggur yang menanamnya di halaman rumah. 

Baca juga: Pesepeda Mabes Polri Pecahkan Rekor Dunia Bersepeda 508 Kilometer Kurang dari 24 Jam

"Teknik potes pucuk sangat cocok untuk penanaman di halaman rumah karena tidak memerlukan halaman yang luas," tuturnya, Minggu (26/6/2022).

Tri menjelaskan melalui teknik potes pucuk anggur bisa berbuah lebih cepat yaitu pada usia sembilan bulan.

Selain itu, anggur juga berbuah sepanjang tahun tidak melihat musim.

"Potes pucuk dilakukan mulai tanaman umur empat bulan, jelang 20 hari bisa berbunga, teknik ini juga bisa membuat tanaman tidak capek, karena buahnya bertahap," ujarnya.

Baca juga: Konser Trisakti, Gubernur Ganjar dan Ribuan Orang Goyang Ambyar di Benteng Vastenburg

Lebih lanjut, pria berusia 48 tahun itu bercerita metode potes pucuk ditemukannya dalam riset selama tiga tahun.

Selain itu ia juga menemukan cara yang tepat untuk menghilangkan biji dalam buah anggur.

"Caranya yaitu dengan mencelupkan satu tandan bunga yang belum mekar pada cairan GA3 10 PPM, waktunya tiga hari sebelum bunga itu mekar hasil ini juga didapat dalam riset jangka waktu panjang," ujarnya.

Sementara menurutnya, jika menggunakan metode pemotongan konvensional, anggur baru mulai berbuah pada usia sembilan bulan.

Baca juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Lepas Keberangkatan 95 Calon Jamaah Haji

Tri menunjukkan cara pemotesan atau pemotongan pucuk, yakni bagian pucuk batang yang baru mekar daunnya dipotong hanya menggunakan kuku, dengan ukuran hanya 0,5 sentimeter.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved