Berita Jateng
Harga Telur Ayam di Kudus Capai Rp 32 Ribu per Kilogram
Harga telur ayam di Kabupaten Kudus tembus Rp 32 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini terjadi secara berangsur sejak dua pekan lalu.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
Artinya pada bulan itu minim sekali warga menggelar resepsi pernikahan atau mantu.
“Apalagi ini wong mantu tidak ada. Jadi sepi sekali,” katanya.
Sofiatun yang mulanya saat harga telur belum setinggi ini, satu peti berisi telur sebanyak 10 kilogram bisa habis terjual dalam dua hari.
Tetapi saat ini satu peti dengan isi yang sama tiga hari pun tidak habis.
Tingginya harga telur ini membuat Solemu (55) mengeluh.
Dia berharap agar telur kembali normal. Hal itu erat kaitannya dengan pemenuhan gizi keluarga.
“Harganya normal lagi, Rp 22 ribu per kilogram.
Jadi warga tidak nggembor,” kata dia.
Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Pedagangan Kudus, Imam Prayitno, mengatakan kondisi kenaikan harga telur ini karena supply dan demand pincang.
Tingginya permintaan tidak seimbang dengan stok dari peternak. Akhirnya yang terjadi harga melonjak.
Dia juga tidak mengelak ketika dihadapkan dengan kenyataan adanya bantuan PKH mengakibatkan harga telur naik.
Baginya itu sah-sah saja. Yang pasti, baginya, stok telur di pasaran masih tersedia itu sudah cukup melegakan.
“Nanti kalau PKH sudah selesai, otomatis akan turun dengan sendirinya.
Kalau PKH turun, akan naik lagi.
Itu sudah biasa,” kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/eorang-pedagang-menunggh-telur-dagangannya-di-Pasar-Bitingan-Ku.jpg)