Berita Sragen

Gratis, Masyarakat Sragen Bisa Tukarkan Botol Plastik Bekas dengan Bibit Tanaman, Begini Caranya

Botol plastik bekas air mineral bisa ditukar dengan satu bibit tanaman. Program ini digalakkan DLH Sragen tiga bulan terakhir.

Istimewa
Ilustrasi - Warga menerima bibit pohon. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SRAGEN – Botol plastik bekas air mineral bisa ditukar dengan satu bibit tanaman. Program ini digalakkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen tiga bulan terakhir.

Satu bibit tanaman bisa ditukar dengan botol plastik bekas air mineral sebanyak tiga botol untuk botol berkapasitas 1,5 liter, lima botol berkapasitas 600 ml dan 15 botol kecil berkapasitas 250 ml.

Lebih banyak lagi, 10 bibit tanaman bisa didapatkan sekaligus apabila menukarkan dengan galon Le Minerale 15 liter.

Sementara itu bibit tanaman yang bisa didapatkan berupa bibit jati, bungur, jambu mete, flamboyan, salam, bintaro, tomat, terong, cabe, sirsak, nangka dan pepaya.

Baca juga: PKS Targetkan Menang Pemilu 2024 di Kota Tegal

Bagi yang ingin menukar bisa langsung datang ke Kantor DLH Sragen di Jalan Ronggowarsito No.18B, Dusun Kebayanan Sragen Manggis, Sragen Tengah, Kecamatan Sragen atau samping kantor PDAM Sragen pada Senin sampai Jumat pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Tidak hanya di kantor DLH, setiap Sabtu bisa ditukar di Taman Sragen Harmoni Hijau Plumbungan pukul 07.00 sampai 09.00. Sementara hari Minggu di car free day pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Kepala DLH Sragen, Teddy Rosanto mengatakan kampanye tukar botol dengan bibit ini memang belum masif. Tiga bulan berjalan dikatakan Teddy memang belum banyak peminat.

Teddy melanjutkan, setiap tahun pihaknya selalu menyediakan bibit tanaman yang diberikan ke masyarakat yang membutuhkan secara gratis.

Baca juga: Pemkab Tegal Targetkan Rehab 2.099 Rumah Tidak Layak Huni pada 2022 Ini

"Kami setiap tahun walaupun kecil, selalu ada anggaran untuk bibit. Lalu saya tanya bibit ini buat siapa? Untuk masyarakat siapapun yang mau gratis."

"Kenapa gratis? Akhirnya sekalian buat melatih masyarakat memilah sampah, setiap masyarakat yang meminta bibit harus stor sampah botol plastik," terang Teddy, kemarin.

Teddy melanjutkan pihaknya serius dalam mengelola limbah plastik ini. Dirinya bahkan sudah membentuk tim tersendiri untuk menampung limbah plastik hingga mengolah limbah.

Harapan dari pengelolaan itu, pengadaan bibit tidak hanya mengandalkan dari APBD.

Hasil dari bank sampah bisa dibagi untuk operasional, membayar tenaga kerja dan pengadaan bibit. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved