Jateng Dikepung Banjir
Ratusan Warga Desa Doropayung Pati Mengungsi Karena Banjir, Ganjar: Maret Ini Harus Standby
Ratusan warga Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, terpaksa mengungsi karena terjadinya musibah banjir.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m zaenal arifin
TRIBUNPANTURA.COM, PATI - Ratusan warga Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, terpaksa mengungsi karena terjadinya musibah banjir.
Banjir sempat surut beberapa waktu lalu. Namun, seiring peningkatan curah hujan, Sungai Silugonggo atau Sungai Juwana kembali meluap, meluber hingga menggenangi permukiman warga.
Kepala Desa Doropayung, Sugeng Legiyanto, mengatakan bahwa ada tiga lokasi pengungsian korban banjir, yakni di Eks Stasiun Juwana, Balai Desa, dan SDN Doropayung 01.
Di eks stasiun, ada 19 KK yang terdiri atas 56 jiwa mengungsi. Adapun di balai desa ada 19 KK 50 jiwa dan di SDN Doropayung 01 sebanyak 11 KK 30 jiwa.
Tri Sutarmi adalah salah satu warga yang mengungsi di Eks Stasiun Juwana. Di sana, keluarganya yang beranggotakan empat orang menempati petak berukuran kurang lebih 3x3 meter yang terbuat dari terpal dan tikar.
“Banjir terjadi sejak Senin kemarin. Dua hari ini air (banjir) tambah besar. Di jalanan ada yang sampai sedada tinggi airnya. Kalau di rumah saya setinggi betis,” kata dia, Jumat (3/3/2023).
Menurut Sutarmi, warga yang rumahnya berada di tepi sungai kebanjiran lebih parah. Air di dalam rumah sampai setinggi dada orang dewasa.
“Dua hari ini saya mengungsi di eks stasiun ini, buat tempat sendiri dari terpal. Satu kotak ditempati empat orang. Satu petak ditempati satu keluarga,” kata dia.
Meski tempat pengungsian sempit dan banyak nyamuk, Sutarmi masih akan bertahan di pengungsian. Sebab, menurut dia, ketinggian air bisa bertambah jika kembali terjadi hujan.
Karena banjir dan curah hujan tinggi, Sutarmi mengaku sudah sepekan tidak berjualan. Warung tempat dia berjualan lontong sudah tutup sekira sepekan.
“Kami perlu bantuan. Sejauh ini belum dapat bantuan. Yang kami butuhkan bahan makanan, beras,” ujar dia.
Jumat sore, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjenguk para pengungsi di Doropayung. Selain memastikan kecukupan logistik, dia juga melihat fasilitas kesehatan darurat bagi para korban banjir yang berada di balai desa.
Menurut Ganjar, penanganan banjir di Pati membutuhkan langkah agak panjang karena banyak problem di hulu.
“Memang agak panjang karena mesti membereskan hulu. Karena di hulu banyak problem terkait penggundulan hutan, sedimentasi yang tinggi, tanggul-tanggul yang rawan jebol."
"Peta-peta itulah yang nanti kita minta untuk segera dibuatkan. Kalau petanya ada, titiknya ada, maka kita siaga di tempat itu. Sambil melihat kondisi cuaca,” ujar dia.
Intensitas hujan yang tinggi juga membuat masyarakat harus waspada terhadap kemungkinan penambahan ketinggian air banjir.
“Mudah-mudahan kondisi cuaca baik. Tapi Maret ini harus standby,”ucap dia. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.