Berita Jateng

Padi Jenis Protani dan Protangguh Bisa Jadi Solusi Masalah Stunting di Banyumas

Sembilan ton padi kualitas unggul Protani dan Protangguh berhasil dipanen di lahan sawah, Desa Banjarsari, Kecamatan

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati
Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Yudha Airlangga bersama dengan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto saat panen padi kualitas unggul Protani dan Protangguh di lahan sawah, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Senin (20/3/2023). 

Antara lain daya hasil tinggi kurang lebih 9 ton/ha, tanaman pendek 91cm l, tahan rebah, tahan terhadap penyakit.

Selain itu, varietas unggul baru padi protein tinggi Inpago Unsoed Protani memiliki kandungan protein beras yang tinggi 9 – 13 persen tekstur nasi pulen dan kandungan zat gizi Zn sebesar 27ppm.

"Padi Inpago Unsoed Protani ini, merupakan hasil seleksi persilangan padi yang disukai petani yaitu Ciherang dengan G 39 (padi gogo aromatik koleksi Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Unsoed yang berdaya hasil tinggi dan tahan kekeringan)," terangnya.

Padi ini memiliki keunikan sebagai padi fungsional yaitu kandungan proteinnya yang tinggi.

Keunggulan lain padi gogo protein tinggi ini adalah ketahanannya terhadap hama dan penyakit tanaman.

"Inpago Unsoed Protani termasuk kategori agak tahan sampai tahan terhadap empat ras penyakit blas yang diakibatkan oleh jamur Pyricularia grisea," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan profil tanaman yang pendek 96 cm memberikan keunggulan tersendiri yaitu tidak berisiko rebah.

Pada umumnya padi gogo memiliki postur yang tinggi sehingga berisiko rebah apabila terjadi hujan angin pada fase pengisian biji.

Performa ini semakin memantapkan keunggulan Inpago Unsoed Protani dibanding varietas padi gogo varietas unggul lainnya.

Ia juga berharap, Inpago Unsoed Protani dapat dikembangkan secara luas untuk membantu meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.

Dikatakan, terbitnya SK Menteri Pertanian tertanggal 13 Oktober 2020 ini menandai dirilis secara resminya Inpago Unsoed Protani sebagai varietas unggul baru nasional, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.

"Benih padi varietas unggul baru ini sudah mendapatkan dasar hukum untuk diperbanyak, diproduksi secara luas dan dapat bersifat komersial melalui pengawasan dan sertifikasi lembaga yang berwenang, dalam hal ini Badan Pengawas  dan Sertifikasi Benih (BPSB)," paparnya.

Dekan Fakultas Pertanian Unsoed, Prof Dr. Ir Sakhidin mengatakan padi ini mempunyai kandungan protein yang tinggi.

"Proteinnya tinggi jadi kalau makan tidak perlu lauk tidak masalah, tapi kan masyarakat kita tidak mungkin kalau tidak pakai lauk.

Tapi kalau nasi saja tidak masalah karena padi ini kaya akan protein," terangnya.

Padi protani juga dapat menghasilkan 9ton per hektar produksi.

Lebih banyak dibandingkan dengan padi pada umumnya yang hanya kurang lebih 6 sampai 8 ton per hektar.

Dengan keunggulan yang dimiliki, diharapkan varietas unggul baru padi protein tinggi Inpago Unsoed Protani dapat memberikan kontribusi dalam mengatasi permasalahan gizi masyarakat.

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved