Berita Jateng

Fase Bulan Baru, BMKG Prediksi Pesisir Selatan Jateng dan Jabar Dilanda Banjir Rob Selama Sepekan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap memberikan peringatan terkait adanya potensi banjir rob di pesisir selatan Jawa Tengah.

Istimewa
Banjir rob menerjang Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. 

TRIBUNPANTURA.COM, CILACAP - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap memberikan peringatan terkait adanya potensi banjir rob di pesisir selatan Jawa Tengah.

BMKG memperkirakan wilayah pesisir selatan Jawa Tengah akan dilanda banjir rob selama sepekan, yaitu sejak Rabu (19/4/2023) hingga Selasa (25/4/2023) mendatang.

Prakirawan BMKG Stasiun Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan menjelaskan, terjadinya banjir rob dikarenakan adanya fenomena Fase Bulan Baru (New Moon).

Selain itu juga adanya fenomena Gerhana Matahari Hibrid pada tanggal 20 April 2023.

Gerhana Matahari Hibrid adalah sebuah fenomena dimana ada dua jenis gerhana matahari yang terjadi dalam satu waktu.

"Adanya fenomena fase Bulan Baru dan Gerhana Matahari Hibrid pada 20 April 2023 besok berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum," jelas Rendi Krisnawan, Sabtu (15/4).

Lebih lanjut, berdasarkan pantaun data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi di beberapa wilayah pesisir Indonesia.

"Potensi banjir pesisir terjadi di berbagai wilayah Indonesia termasuk di pesisir selatan Jawa Tengah, seperti pesisir selatan Cilacap, pesisir selatan Kebumen, pesisir selatan Purworejo dan pesisir selatan Yogyakarta," katanya.

Dikatakan Rendi bahwa pesisir selatan Jawa Barat seperti pesisir selatan Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran juga berpotensi terjadi banjir rob.

Rendi mengatakan, kondisi tersebut secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir.

Seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat. 

"Potensi banjir rob ini berbeda waktu baik hari maupun jamnya di masing-masing wilayah," ungkap Rendi.

Dengan adanya peringatan potensi rob tersebut, maka BMKG Cilacap mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan siaga  untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut.

BMKG juga mengahimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan update informasi cuaca maritim BMKG. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved