Rabu, 27 Mei 2026

Berita Jateng

Frans Pastikan Belum Ada Anggota Apindo Jateng yang Lakukan PHK

Isu terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih ramai dibahas berbagai pihak. Terbaru, ramai diberitakan kondisi pabrik di Tangerang

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Idayatul Rohmah
Ilustrasi 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Isu terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih ramai dibahas berbagai pihak.

Terbaru, ramai diberitakan kondisi pabrik di Tangerang banyak yang tutup akibat permintaan yang menurun. Lantas bagaimana kondisi di Jawa Tengah?

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Jawa Tengah Frans Kongi mengatakan, tidak dipungkiri memang penurunan permintaan ini juga turut dirasakan pengusaha di Jateng.

Frans mengatakan, terjadi penurunan permintaan ekspor yang signifikan terutama pada produk tekstil, alas kaki, dan furnitur.

"Permintaan pada semester I 2023 ini memang menurun terutama untuk pesanan baru, anjlok. Kalau pesanan lama masih ada sedikit-sedikit dikerjakan.

Memang untuk penurunannya ini terutama di sektor tekstil atau garmen, turun jauh selain juga alas kaki dan perkayuan.

Ini kita sesalkan, tapi itu bisnis begitu memang naik turun," kata Frans dihubungi Tribun Jateng, Senin (19/6/2023).

Dijelaskan Frans lebih lanjut, masih turunnya permintaan ini karena dampak perang Rusia-Ukraina yang belum reda.

Selain itu juga permintaan Amerika Serikat yang masih turun karena perekonomian yang belum stabil.

"Jadi, penurunan permintaan itu betul dan ramai juga dibicarakan akan ada PHK dan lainnya ya memang kondisinya begitu," jelasnya.

Di tengah kondisi ini, Frans menyebutkan, Apindo Jateng sendiri memastikan hingga saat ini tak ada PHK karyawan oleh para anggotanya.

Menurut dia, para pengusaha masih berupaya untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja bagi para karyawan.

Namun demikian, katanya, perumahan karyawan masih sulit dihindari.

"Saya masih ada keyakinan teman-teman (pengusaha) Jateng berusaha menghindari PHK sekuat mungkin.

Artinya, kami akan berbicara baik-baik dengan serikat pekerja atau serikat buruh yang ada di dalam perusahaan bahwa kondisi kita memang dalam keadaan berat.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved