Kamis, 4 Juni 2026

Berita Jateng

Frans Pastikan Belum Ada Anggota Apindo Jateng yang Lakukan PHK

Isu terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih ramai dibahas berbagai pihak. Terbaru, ramai diberitakan kondisi pabrik di Tangerang

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Idayatul Rohmah
Ilustrasi 

Namun, kondisi kita belum terlalu parah tapi ya memang dirumahkan bergilir karena pesanan menurun," ujarnya.

Frans menambahkan, pengusaha kini masih berupaya untuk mencari pasar dalam negeri.

Dia menyebutkan, pasar dalam negeri ini dapat menjadi alternatif di tengah ketidakpastian yang terjadi.

"Kita akan cari pasar dalam negeri. 

Prospek dalam negeri ini sudah tentu di daerah Jawa dengan penduduk banyak, Sumatera, dan daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Tapi itu tetap porsinya tidak banyak sehingga tidak bisa semua diserap pasar.

Dengan demikian masih ada karyawan yang terpaksa dirumahkan, yang artinya kerja bergilir.

Harapan kami, pemerintah melalui Duta Besar kita di luar negeri untuk turut mencarikan pasar di sana dan kami yakin pemerintah sudah melakukan itu," imbuhnya.

Penurunan permintaan ini juga berbanding lurus dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah.

Pada April 2023, tercatat nilai ekspor Jawa Tengah turun pada bulan April 2023.

Adapun penurunan ini terjadi baik secara bulanan (month to month/mtm) maupun secara tahunan (year on year/yoy).

Tercatat, nilai ekspor Jateng pada April 2023 yakni sebesar US$677,65 juta atau turun sebesar -25,12 persen dibandingkan bulan Maret 2023 yang mencapai angka US$905,01 juta.

"Secara yoy, dibandingkan April 2022 terjadi penurunan sebesar -39,33 persen di mana April 2022 saat itu nilai ekspor kita (Jateng) mencapai US$1,11 miliar," kata Statistisi Ahli Madya BPS Jateng Arjuliwondo saat rilis data BPS Jateng secara virtual, awal bulan lalu.

Lebih detail, menurut sektornya, disebutkan bahwa dari nilai ekspor Jateng yang tercatat US$677,65 juta pada April 2023 itu dirajai oleh hasil industri pengolahan sebesar US$608,13 juta.

Disusul sektor pertanian sebesar US$11,94 juta; pertambangan US$0,08 juta; dan migas US$0,08 juta.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved