Kamis, 23 April 2026

Berita Pekalongan

Konser SID di Pekalongan Berakhir Ricuh, Belasan Penonton Terluka Terkena Lemparan

Konser grub band Superman Is Dead (SID) yang digelar di Taman Wisata Air Pantai Pasir Kencana Kota Pekalongan, berlangsung ricuh.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
Tribunpantura.com/Istimewa
Konser grub band Superman Is Dead (SID) yang digelar di Taman Wisata Air Pantai Pasir Kencana Kota Pekalongan, pada Sabtu (14/9/2024) ricuh. 

TRIBUN-PANTURA.COM, PEKALONGAN - Konser grub band Superman Is Dead (SID) yang digelar di Taman Wisata Air Pantai Pasir Kencana Kota Pekalongan, pada Sabtu (14/9/2024) malam berlangsung ricuh.

Ricuhnya konser tersebut lantaran ribuan penonton yang tidak mempunyai tiket memaksa masuk lokasi konser dan terlibat aksi dorong dengan petugas keamanan.

Saat terjadi kericuhan, terjadi lemparan batu, botol miras, batako dari luar tempat konser.

Sehingga, penonton yang ada di dalam taman wisata air pantai kencana berhamburan menyelamatkan diri.

Polisi sempat menghentikan konser grub band Superman Is Dead (SID), penghentian konser band punk paling populer di Indonesia itu dilakukan lantaran menimbulkan kericuhan.

Berdasarkan data yang diterima, penonton yang berada di dalam tempat konser sekitar 5 ribu penonton.

Band tersebut baru menyanyikan tiga buah lagu, namun dari pihak kepolisian langsung memberhentikan konser tersebut.

Dari kejadian ini belasan penonton terluka.

Hal ini membuat kecewa para penonton yang sudah membayar tiket mahal.

Hal itu dikatakan Sanaz (24) penoton yang berhasil menyelamatkan diri, dari suasana kacau tersebut mengaku marah dan kecewa terhadap tindakan petugas keamanan yang menghentikan konser secara sepihak, padahal SID baru membawakan tiga lagu.

"Penonton itu pada kecewa, tiket kan mahal tapi acara dibubarkan tanpa persetujuan orang-orang," kata Sanaz.

Pihaknya menerangkan, tiket yang dijual panitia sebesar Rp 150 ribu terlampau mahal, sementara banyak penonton yang tidak bisa membeli, dan memaksa masuk lokasi.

Dari hal itu, suasana menjadi ricuh dan kacau sehingga konser akhirnya dibubarkan pada saat lagu ketiga dibawakan.

Dirinya menceritakan, akibat lemparan batu sejumlah penonton yang berada dalam arena konser berusaha keluar, namun malah menjadi korban dan terluka.

Bahkan ada yang harus dievakuasi  karena pingsan.

Tidak hanya itu aksi brutal penonton tak bertiket juga memakan korban dari petugas keamanan.

"Pokoknya mencekam, penonton yang berada di luar mengamuk. Sesama penonton sendiri juga saling baku hantam, sudah bayar mahal-mahal tapi malah dibubarkan," imbuhnya.

Farida Nur Rizky (30) salah satu penonton warga Poncol yang menjadi korban pelemparan batu harus menjalani perawatan di IGD RS Budi Rahayu.

"Kepala saya sobek terkena lemparan botol dan harus dijahit sebanyak 5 jahitan," kata M Tri Tunggal (29) suami dari korban.

Ia mejelaskan, saat suasana dirinya berusaha membawa istri keluar dari lokasi konser, akan tetapi malah menjadi sasaran pelemparan.

Setelah terkena lemparan di kepala, istri pingsan dan dirinya berusaha meminta evakuasi dari petugas PMI.

"Kejadiannya cepat sekali, sekitar pukul 20.30 WIB."

"Pembayaran di rumah sakit Rp 509 ribu dan belum mendapatkan ganti rugi dari panitia konser maupun EO. Saya berharap, pihak penyelenggara bertanggung jawab," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved