Berita Batang
Usaha Jamur Merang Eks Pekerja Konstruksi PLTU Batang Ini Makin Lancar, Omzet Rp 2 Juta Per Bulan
PT BPI dan PII telah memberikan bantuan modal sebesar Rp 600 juta kepada mantan pekerja konstruksi untuk memulai usaha sendiri.
Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) bersama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perekonomian masyarakat sekitar PLTU Batang.
Sejak rampungnya pembangunan PLTU Batang pada tahun 2022, BPI dan PII telah memberikan bantuan modal sebesar Rp 600 juta kepada mantan pekerja konstruksi untuk memulai usaha sendiri.
Serah terima tambahan bantuan modal kerja dan pelatihan kewirausahaan yang dikoordinasikan dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Batang disaksikan oleh Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki di Aula Kantor Kabupaten Batang, Selasa (24/9/2024).
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang telah beroperasi pada Agustus 2022.
Proses pembangunan mega proyek pembangkit ini melibatkan lebih dari 4.000 pekerja konstruksi yang berasal dari penduduk sekitar.
Ketika pekerjaan konstruksi rampung, BPI sebagai pemilik PLTU Batang tidak serta-merta membiarkan mereka kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran.
Baca juga: Dapat Nomor Urut 3 di Pilwakot Tegal, Ini Makna Filosofinya Bagi Paslon Faruq-Ashim
Salah satu pelaku usaha UMKM eks-pekerja konstruksi PLTU Batang, Sarono Sabar, yang membuka usaha jamur merang, menyampaikan bahwa setelah berhenti bekerja di proyek PLTU Batang, ia membuka usaha dan telah mendapatkan dukungan dari BPI di tahun 2022 yakni berupa tambahan modal, dan lain sebagainya.
Dari usahanya, dia memperoleh omzet sebesar kurang lebih hingga Rp 2 juta per bulan yang dapat digunakan untuk menghidupi keluarganya.
“Kali ini saya mendapatkan tambahan modal dari BPI dan PT PII, saya berterima kasih atas kepedulian dari perusahaan dan berharap bahwa dari dukungan yang diberikan dapat memperlancar usaha saya."
"Harapan untuk kedepannya selain memproduksi barang mentah dapat memproduksi bahan jadi seperti keripik jamur," kata warga Desa Ujungnegoro itu.
Baca juga: Perkuat Pengawasan Orang Asing Jelang Pilkada Batang, Imigrasi Pemalang Gelar Rakor Timpora
Presiden Direktur BPI, Ryuta Sato mengatakan, sejak beroperasinya PLTU Batang di tahun 2022, BPI telah memberikan bantuan peningkatan usaha berupa bantuan alat produksi kepada 111 UMKM berbasis eks-pekerja konstruksi mobilisasi.
74 diantaranya diberikan melalui kerjasama dengan PT PII.
“Berdasarkan hasil monitoring kepada penerima manfaat terdapat 34 UMKM yang saat ini kami undang untuk melakukan serah terima dan pelatihan kewirausahaan yang kami nilai meningkat usahanya."
"Sehingga dukungan ini merupakan sebuah apresiasi dan motivasi untuk mengembangkan usahanya lebih besar lagi,” tutur Ryuta Sato.
BPI mengidentifikasi aktivitas ribuan mantan pekerja konstruksi PLTU Batang selama dua tahun terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/bantuan-usaha-mantan-pekerja-PLTU-Batang.jpg)