Breaking News:

Berita Sains

Masker Scuba dan Buff Dilarang Dipakai di Kereta, Perparah Penyerabaran Droplet, Ini Penjelasannya

Masker Scuba dan Buff Tak Efektif Cegah Covid-19, Perparah Penyerabaran Droplet, Ini Penjelasannya

Editor: yayan isro roziki

TRIBUNPANTURA.COM - Pemakaian masker di tempat umu, termasuk di dalam moda transportasi massal, wajib dilakukan.

Namun, masker scuba dan buff dilarang dipakai selama naik kereta api listrik (KRL).

Sebab, scuba dan buff dinilai tidak efektif mencegah droplet, bahkan bisa memperparah penyebaran partikel ini.

PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) telah menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan penumpang mengenakan masker selama naik kereta rel listrik (KRL).

Begal Payudara Marak di Pantura, Ini Pengakuan Karyawati Bank di Tuban, Tiga Kali Jadi Korban

Temui Pendamping PKH dan TKSK di Kota Tegal, Wakil Wali Kota Jumadi Ingatkan Soal Ini

Petugas Gabungan Sidak Tempat Karaoke di Tegal Timur, Cek Protokol Kesehatan di Tempat Hiburan

BBPOM Grebek Tempat Obat Ilegal di Semarang, Sita 769.595 Butir Obat Pelangsing Senilai Rp600 Juta

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, calon penumpang dianjurkan menggunakan masker yang efektif menahan droplet atau tetesan cairan.

"Hindari penggunaan jenis scuba maupun hanya menggunakan buff atau kain untuk menutupi mulut dan hidung," ujar Anne dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (15/9/2020).

"Gunakan setidaknya masker kain yang terdiri dari minimal dua lapisan," kata Anne.

Kualitas buff dan masker scuba

Buff Dalam penelitian yang dilakukan ilmuwan Duke University, buff tak dapat mencegah droplet (tetesan pernapasan) keluar dari mulut saat berbicara.

Seperti kita tahu, droplet yang keluar saat berbicara, batuk, dan bersin adalah jalur masuk penularan virus corona Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved