Breaking News:

Berita Kendal

Menilik Kisah Perjuangan Petugas Sensus Penduduk BPS Kendal Cari dan Data Warga Tunawisma

Tak semudah membalikkan telapak tangan, begitulah kiranya peribahasa untuk menggambarkan para petugas sensus penduduk lapangan.

Tribun-Pantura.com/ Saiful Masum
Petugas Sensus night atau moment tallying BPS Kendal sasar tunawisma di wilayah Kendal untuk disensus, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUN-PANTURA.COM, KENDAL - Tak semudah membalikkan telapak tangan, begitulah kiranya peribahasa untuk menggambarkan para petugas sensus penduduk lapangan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kendal dalam menjalankan tugas mendata penduduk.

Sebanyak 918 petugas sensus diterjunkan BPS Kendal di 20 kecamatan guna mendata seluruh penduduk Kendal tanpa terkecuali.

Mereka pun telah menunaikan tugasnya selama kurun waktu 15 hari sejak 1-15 September.

Banyak lika-liku yang pastinya menghiasi setiap perjalanan petugas.

Update Virus Corona Kabupaten Batang Rabu 16 September 2020

Dragan Siapka Pengganti Bruno Silva di PSIS Semarang, Siapa Dia?

Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Pekalongan Raya, Rabu 16 September 2020

Lelah, sabar, semangat, tanggungjawab bercampur menjadi satu, belum harus menyusuri daerah dengan medan yang sulit terjangkau oleh kendaraan.

Tak hanya itu, guna memaksimalkan pendataan semua warga yang tinggal di wilayah Kendal, sebanyak 15 petugas sensus kembali diterjunkan di malam puncak penutupan tahapan sensus.

Bukan mendata secara door to door lagi, mereka diterjunkan di 6 titik yakni Kota Kendal, Weleri, Sukorejo, Pegandon, Boja dan Kaliwungu serta sebagian wilayah Cepiring untuk mencari dan mendata warga yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap atau tunawisma.

Satu persatu tempat-tempat sepi dan gelap yang disinyalir sebagai tenpat istirahat mereka seperti stasiun, terminal, pasar, stadion, taman-taman hingga masjid-masjid didatangi. Seluruh petugas bergerak mulai pukul 22.00 hingga dini hari.

Meski telah menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, para petugas sensus night atau moment tallying harus memberanikan diri membangunkan dan berkomunikasi dengan para tunawisma.

Tak jarang mereka harus mendapatkan amukan targetnya yang merupakan ODGJ.

Halaman
12
Penulis: Saiful Masum
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved