Breaking News:

Berita Kesehatan

Awas, Hati-hati! Berita Bunuh Diri Bisa Memancing Orang Depresi Berniat Bunuh Diri

Awas, Hati-hati! Berita Bunuh Diri Bisa Memancing Orang Depresi Berniat Bunuh Diri

Istimewa/net
Ilustrasi orang depresi - Berita bunuh diri yang masif dan detail bica memancing niat bunuh diri, terutama bagi orang yang sedang depresi. 

TRIBUNPANTURA.COM - Berlebihan dalam membaca berita bunuh diri bisa memicu keinginan untuk melakukan tindakan bunuh diri, terutama bagi orang-orang yang sedang mengalami depresi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), juga sudah mengingatkan krisis kesehatan mental yang terjadi secara global akibat dari pandemi Covid-19, seperti kecemasan, stres, hingga depresi.

Jika tidak ditangani, kondisi depresi berat bisa memicu seseorang untuk bunuh diri, apalagi ketika seseorang yang sedang terpuruk itu membaca berita-berita seputar bunuh diri.

Dosen Progresif, Liburkan Perkuliahan Persilakan Mahasiswa Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja

Penyerang Manchester United Cavani Bongkar Fakta Mengejutkan soal Neymar Selama di PSG

Ngobrol dan Temui Peserta Aksi Massa yang Ditangkap Polisi, Ganjar Sampaikan Hal Ini

114 Orang di Tasikmalaya Keracunan Seusai Menyantap Nasi Kuning di Pesta Ulang Tahun

Pemberitaan yang masif tentang bunuh diri, bahkan sampai diuraikan cara-caranya, ternyata dapat memancing keinginan seseorang untuk melakukan hal yang sama.

"Ada peningkatan pelaporan bunuh diri secara besar-besaran saat kasus bunuh diri Chester Bennington dan Jong Hyun dimuat di media sosial," kata Founder & Adviser komunitas pencegahan bunuh diri Into The Light, Benny Prawira Siaw dalam diskusi Panduan Pelaporan Berita Bunuh Diri dan Kesehatan Mental" yang diadakan secara virtual pada Kamis (8/10/2020).

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Facebook, Moira Burke, juga menemukan kaitan antara pemberitaan bunuh diri dengan keinginan bunuh diri seseorang.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Burke bekerja sama dengan rekannya Farshad Kooti dan Steven Sumner dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), ditemukan fenomena serupa di banyak negara.

"Di saat aktor Robin Williams bunuh diri, kasus bunuh diri di AS meningkat 10 persen dalam waktu lima bulan setelah aktor tersebut bunuh diri."

"Sebanyak 32 persen kenaikan angka bunuh diri menggunakan pola yang sama," katanya dalam acara yang sama.

Burke dan timnya menyimpulkan, jika pemberitaan bunuh diri yang tepat bisa mengurangi risiko penambahan angka bunuh diri.

"Pemberitaan yang tepat bisa mengubah persepsi masyarakat, mematahkan mitos yang beredar, dan menjelaskan kompleksitas isu tersebut ke publik."

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved