Berita Batang
KIT Batang Diprediksi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
Pemkab Batang terus mendorong perijinan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang untuk segera disahkan dan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Penulis: budi susanto | Editor: Rival Almanaf
TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Pemkab Batang terus mendorong perijinan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang untuk segera disahkan dan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pasalnya KIT diproyeksikan menjadi pembangkit perekonomian Indonesia di tengah gonjang-ganjing pelemahan perekonomian nasioal.
Selain menjadi pendongkrak perekonomian, KIT juga menjadi magnet bagi tenaga kerja yang bisa menghidupkan masyarakat lokal.
Baca juga: Penyerang Jemaah Salat Subuh di Kabupaten Tegal Ditangkap, Dipastikan Gila dan Ditangani Dinsos
Baca juga: Izin Operasional Pembukaan Kembali Bioskop Harus Libatkan Komunitas Pendidikan
Baca juga: Implementasi Santri Sehat Jadi Tema Hari Santri Nasional di Kabupaten Batang
Baca juga: Wilayah yang Masih Ada Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal Tidak Akan Digelar Pembelajaran Tatap Muka
Bahkan Balitbang Kabupaten Batang memprediksi, jika KIT beroprasi akan menyerap minimal 150 ribu pekerja.
Dimana zona pertama yang tengah dikerjakan di KIT yang memiliki empat zona itu, bisa menyerap setidaknya 15 hingga 30 ribu pekerja.
Melihat besaran penyerapan tenaga kerja di KIT, Bupati Batang, Wihaji, terus mengupayakan agar KIT segera mendapat rekomendasi perijinan semua zona dari Pemerintah Pusat.
"Dari 43.000 hektar luasan lahan di KIT yang menjadi prioritas baru 450 hektar karena sudah mendapat ijin termasuk RTRW. Namun tidak masalah, karena sisanya masih dalam proses administrasi," katanya, Kamis (22/10/2020).
Dilanjutkannya, inti dari pembangunan KIT untuk menggerakan perekonomian nasional dan menciptakan lapangan pekerjaan sebesar-besaranya.
"Belasan BUMN terganbung dalam pekerjaan KIT, Kementerian juga sudah meninjau. Bahkan ada beberapa investor yang sudah melirik KIT untuk menanamkan modalnya," ucapnya.
Adapun hingga kini dunia investasi di Kabupaten Batang terus menggeliat, dengan raihan investasi mencapai Rp 5,5 triliun dari awal tahun hingga September lalu, investasi di Kabupaten Batang berhasil tembus 500 persen lebih.
Pasalnya dari target investasi yang dibebankan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang pada 2020 hanya mencapai Rp 1 triliun.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, menjelaskan, peningkat investasi di Kabupaten Batang terjadi lantaran ada KIT.
Baca juga: Tim PKM UNS Rangkai Mesin Pembuat Tepung Ikan untuk Bantu Kelompok Budidaya Ikan
Baca juga: Empat Rekannya Tewas Kecelakaan, Ferdian Berhasil Selamat Karena Tidur di Bagasi Mobil Honda Jazz
Baca juga: Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Umi: Para Santri Harus Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan
Baca juga: Moklar Warga Petungkriyono, Hilang Di Sungai Sokokembang
"Beberapa negara seperti Jepang, Korea, dan Amrika tengah mengincar KIT untuk menanamkan modalnya. Kami optimis batang jadi surga investasi saat KIT beroprasi," imbuhnya.
Ditambahkannya, hingga 31 September ada 829 pekerja yang akan masuk ke Batang lewat sejumlah perijinan.
"Kalau dihitung sudah ada 50 perijinan yang masuk dengan 829 pekerja, jumlah tersebut masih bertambah dan belum mancakup di KIT karena masih tahap proses pengerjaan," tambahnya. (bud)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/kit-batang-akses-jalan-tol-trans-jawa.jpg)