Berita Batang
Berikut Daftar Daerah Rawan Bencana Longsor di Kabupaten Batang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jateng mengeluarkan edaran terkait potensi gerakan tanah dan curah hujan.
Penulis: budi susanto | Editor: Rival Almanaf
TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jateng mengeluarkan edaran terkait potensi gerakan tanah dan curah hujan untuk berbagai wilayah di Jateng.
Untuk wilayah Kabupaten Batang, BMKG memprediksi pada November mendatang curah hujan di angka 401 hingga 500 millimeter.
Dari curah hujan tersebut, BMKG menyatakan hujan yang akan turun di Batang menyebabkan potensi gerakan tanah.
Baca juga: Dampak Banjir Kebumen, Korban Jiwa Hingga Rusak Infrastruktur Senilai Miliaran Rupiah
Baca juga: Libur Panjang, Tercatat 83.257 Kendaraan Lewati Tol Pemalang-Batang
Baca juga: Kampanye, Calon Presiden Barcelona Janji Pulangkan Legenda Klub: Guardiola, Xavi, hingga Puyol
Baca juga: Karyawati SPBU Dikabarkan Tewas Kecelakaan, Tubuh Penuh Luka Keluarga Menduga Korban Pembunuhan
Di mana klasifikasi gerakan tanah di Kabupaten Batang masuk dalam potensi menengah - tinggi.
Adapun dari data BMKG potensi gerakan tanah tersebut ada di bagian barat daya wilayah Kabupaten Batang.
Adanya potensi gerakan tanah saat musim hujan membuat BPBD Kabupaten Batang bersiap jika terjadi bencana.
Diakui Kepala BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi, beberapa wilayah di Kabupaten Batang rawan akan gerakan tanah yang mengakibatkan terjadinya tanah longsor.
"Ada beberapa kecamatan yang rawan tanah longsor, selain Kecamatan Bawang, Kecamatan Blado dan di Kecamatan Tersono," paparnya, kepada Tribun-Pantura.com, Jumat (30/10/2020).
Ia menerangkan, potensi gerakan tanah karena musim hujan akan terjadi pada Desember mendatang.
"Kalau data dari BMKG November Kabupaten Batang akan diguyur hujan dengan intensitas sedang."
"Kami juga memetakan saat ini potensi tanah longsor masuk di tingkat menengah," ucapnya.
Guna mempersiapkan terjadinya bencana, Ulul akan melakulan koordinasi dengan semua instansi dan masyarakat.
"Awal November kami akan menggelar ke siap sagaan bencana, dan melakukan koordinasi terkait daerah rawan bencana karena musim penghujan," imbuhnya.
Baca juga: 150 Rumah Hangus Terbakar di Kotabaru, Api Diduga Berasal dari Bangunan Kosong, Polisi Ungkap Ini
Baca juga: Covid-19 Klaster Pilkada di Purbalingga Meluas: Paslon, Timses hingga Petugas KPU Terinfeksi Corona
Baca juga: Antwerp vs Tottenham, Dipermalukan Tim Debutan Liga Europa Mourinho Murka, Langsung Perintahkan Ini
Baca juga: Kadiv Propam Polri Irjen Ignatius Sigit Widiatmono Meninggal, Argo: Sakit Komplikasi
Pantauan Tribun-Pantura.com, beberapa waktu lalu terjadi tanah longsor di beberapa titik yang diklasifikasikan sebagai lokasi rawan longsor.
Seperti di Desa Pranten Kecamatan Bawang, yang ada di wilayah atas Kabupaten Batang.
Di lokasi tersebut nampak bekas longsoran tanah di sejumlah titik di lereng bukit.
"Sudah beberapa kali terjadi longsor di sini, yang terbesar beberapa waktu lalu, karena hujan deras material tanah bercampur air sampai membanjiri sekitar SMPN 4 Bawang yang ada di wilayah Desa Peranten," tambahnya. (bud)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/peta-overlay-gerakan-tanah-dengan-curah-hujan-november-2020-provinsi-jateng.jpg)