Berita Pendidikan
12 November, Jenderal Soedirman Diangkat Jadi Panglima Pertama Tentara, Hari Ini 75 Tahun yang Lalu
12 November, Jenderal Soedirman Diangkat Jadi Panglima Pertama Tentara, Hari Ini 75 Tahun yang Lalu
Pada awal 1944, setelah menjabat selama satu tahun sebagai perwakilan di dewan karesidenan yang dijalankan oleh Jepang (Syu Sangikai), Soedirman diminta untuk bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA).
Jepang sendiri mendirikan PETA pada Oktober 1943 untuk membantu menghalau invasi Sekutu,[41] dan berfokus dalam merekrut para pemuda yang belum "terkontaminasi" oleh pemerintah Belanda.
Meskipun sempat ragu-ragu, terutama karena cedera lutut yang dialaminya ketika masih remaja, Soedirman akhirnya setuju untuk memulai pelatihan di Bogor, Jawa Barat.
Sehubungan dengan posisinya di masyarakat, Soedirman dijadikan sebagai komandan (daidanco) dan dilatih bersama orang lain dengan pangkat yang sama.
Setelah berita tentang pengeboman Hiroshima dan Nagasaki mencapai Hindia pada awal Agustus 1945, yang kemudian diikuti oleh proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus, kontrol Jepang sudah mulai melemah.
Soedirman memimpin pelarian dari pusat penahanan di Bogor.
Meskipun rekannya sesama tahanan ingin menyerang tentara Jepang, Soedirman menentang hal itu.
Setelah memerintahkan yang lainnya untuk kembali ke kampung halamannya, Soedirman berangkat menuju Jakarta dan bertemu dengan Presiden Soekarno. (*)
Baca juga: 282 Petugas Medis dan Kesehatan Wafat karena Covid, Tim Mitigasi IDI: Mereka adalah Pahlawan
Baca juga: Gatot Nurmatyo Tolak Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera? Tak Hadiri Penganugerahan di Istana
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Banyumas Kembali Naik, Jam Malam Kembali Berlaku Pukul 20.00 WIB
Baca juga: Pohon Beringin Berusia Ratusan Tahun di Prawoto Pati Tumbang, Timpa Kanopi Toko Milik Warga