Kamis, 16 April 2026

Berita Batang

Bupati Batang Pertemukan Pelaku UMKM dengan Industri Besar

Geliat UMKM di Kabupaten Batang terus menunjukan progres positif. Data terkahir jumlah UMKM di Kabupaten Batang mencapai 10.492, dan terus bertumbuh.

Penulis: budi susanto | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Bupati Batang Wihaji, saat berkunjung ke Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, untuk meninjau para pelaku UMKM, Kamis (19/11/2020). 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Geliat UMKM di Kabupaten Batang terus menunjukan progres positif.

Data terkahir jumlah UMKM di Kabupaten Batang mencapai 10.492, dan terus bertumbuh.

Untuk mengembangkan pelaku UMKM Pemkab juga menjalankan sejumlah program. 

Selain lewat 1.000 wirausaha baru, kran bantuan kepada pelaku UMKM juga trus dibuka.

Baca juga: Apes! Jambret Mencoba Kabur dari Kejaran Warga Justru Menabrak Patorli Polisi

Baca juga: Sebut IDI Kacung WHO, Jerinx SID Divonis Hakim Penjara 1 Tahun 2 Bulan dan Denda

Baca juga: Setiap Hari 10 Orang Terinfeksi Virus Corona di Banyumas, Bupati: Penyebaran Sudah Tidak Terkendali

Baca juga: Kurangi Ketergantungan Pajak Kendaraan, Jateng Diminta Bidik Optimalisasi Aset untuk Genjot PAD

Bahkan hingga kini lebih dari 6.848 pelaku UMKM mendapat bantuan BLT UMKM.

Tak berhenti disitu, Pemkab juga membuka gelombang ke dua BLT UMKM yang dibuka awal November lalu.

Bupati Batang Wihaji, juga merespon perkembangan UMKM yang ada di Kabuapten Batang. 

Ia menerangkan, beberapa waktu lalu sempat berdialog mengenai suvei UMKM dengan Kemenparekraf. 

"Menurut survei terbaru, UMKM dan industri kreatif jadi sorotan dunia. Karena mereka tak begitu terdampak adanya pandemi Covid-19," paparnya, Kamis (19/11/2020).

Dilanjutkannya, negara berkembang juga tengah mendorong perkembangan UMKM untuk membangkitkan perekonomian. 

"Jadi mementun tersebut harus ditangkap secara baik, dan kami selaku kepanjangan tangan pemerintah pusat, wajib mendorong perkembangan UMKM, karena satu di antara indikator perkembangan negara bisa dilihat dari geliat UMKM nya," ucapnya. 

Bupati Wihaji, juga menyinggung mengenai link and match, produk UMKM lokal untuk mencukupi kebutuhan industri besar. 

"Kami ada arahanan ke sana, namun kami lihat dulu kebutuhan perusahaan yang ada, atau kebutuhan investor yang akan menempati Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Setelah itu baru kami sambungkan antara UMKM dan industri, supaya perekonomian terbangun baik di skala makro maupun mikro," tambahnya. (bud) 

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved