Berita Kajen

Respon Berkelas Bupati Pekalongan Asip Kholbihi setelah Kalah Pilkada: Tuntaskan Program Kerja

Respon Berkelas Bupati Pekalongan Asip Kholbihi setelah Kalah Pilkada: Tuntaskan Program Kerja

Tribunpantura.com/Indra Dwi Purnomo
Calon petahana Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan calon wakil Bupati Pekalongan Sumarwati, bersama ketua DPC partai pengusung menggelar rapat koordinasi pemenangan Pilkada 2020. 

TRIBUNPANTURA.COM, KAJEN - Bupati Asip Kholbihi tak terpilih lagi dalam pemilihan bupati (Pilbup) Pekalongan 2020. Ia kalah dari Fadia Arafiq, meski secara resmi KPU belum mengumumkan hasil Pilkada 2020.

Asip pun merespon kekalahan itu dengan lapang dada. Ia mengaku akan menyelesaikan program kerja yang belum dikerjakannya.

"Saya akan menyelesaikan tugas sebagai mandat masyarakat sampai pelantikan bupati dan wakil bupati hingga nanti 26 Juni 2021."

"Jadi masih ada waktu enam bulan, akan kami selesaikan, tentu dukungan dari Bu Ketua DPRD dan seluruh anggota DPRD menjadi kata kunci kita untuk menyelesaikan program-program kita yang semakin mantap, yang Insyaallah bisa dirasakan oleh masyarakat," kata Bupati Asip, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: KPU Kabupaten Pekalongan Tak Lakukan Quick Count, Abi: Pantau Hasil Pilbup? Akses Saja Sirekap

Baca juga: Legowo Kekalahan, Cabup dan Cawabup Pekalongan Asip-Sumarwati Beri Selamat Fadia-Riswadi

Baca juga: Fadia-Riswadi Klaim Menangkan Pilbup Pekalongan 2020: Data Masuk Sudah 72 Persen

Baca juga: 62 Hari Massa Kampanye, Bawaslu Kabupaten Pekalongan Berikan 12 Surat Peringatan Pelanggaran Prokes

Menurut Asip, waktu 6 bulan bukanlah waktu yang lama sehingga pihaknya berharap bisa memanfaatkan waktu tersebut sebaik mungkin dan bisa selesai dengan baik.

"Waktu enam bulan itu tidak lama, masih ada beberapa program yang harus saya selesaikan."

"Mudah-mudahan ini bisa kita selesaikan dengan baik," ujarnya.

Kemudian, saat disinggung mengenai apakah memiliki program titipan kepada Bupati dan Wakil Bupati yang baru?

Asip mengatakan, mereka tentu saja sudah mempunyai visi-misi sendiri. 

"Saya kira mereka sudah punya visi-misi. Hanya kalau kami kemarin bisa memfasilitasi setidaknya ada 8 perguruan tinggi, ya mudah-mudahan nanti di Bupati dan Wakil Bupati yang baru tambah 8 lagi. Jadi 10 tahun ini ada 16," katanya.

Lalu, di masa pemerintahannya bisa merevitalisasi 8 pasar mudah-mudahan pemimpin yang baru juga bisa merevitalisasi pasar-pasar lainnya demi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Selain itu, pihaknya bisa mendorong tempat-tempat yang dulunya tidak punya nilai ekonomi, seperti tempat-tempat wisata, yang tadinya hanya 3 objek wisata kini menjadi 30 objek wisata dan semoga kedepan juga bisa bertambah 30 objek wisata lagi.

"Saya kira itu akan mengelaborasi makna dari kesejahteraan masyarakat."

"Sebab ending atau mandat utama, atau ending dari diterimanya mandat rakyat adalah untuk kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.

Pihaknya juga berpesan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan agar bisa mendukung pemerintah Kabupaten Pekalongan siapapun pemimpinnya, karena merupakan makna demokrasi.

"Di kita ini sudah terbiasa, siapapun pemimpinnya, ya didukung. Tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak mendukung."

"Itu prinsip dari bagiamana kita menjunjung tinggi kepemimpinan."

"Jadi inilah makna demokrasi yang harus kita kembangkan. Sesuai dengan nilai-nilai keyakinan kita."

"Saya memohon, warga masyarakat mendukung total para pemimpin untuk memajukan masyarakat Kabupaten Pekalongan," tandasnya. (dro)

Baca juga: Motor Matic Ditemukan Pencari Ikan di Dasar Sungai, Dilaporkan Hilang, Polisi Duga Sengaja Dibuang

Baca juga: Akui Kekalahan Kokok Serahkan Tumpeng kepada Calon Bupati Terpilih Blora: Ini Penghormatan Saya

Baca juga: Wabup Petahana Ini Nikmati Kemenangan Pilkada di Penjara KPK, Terlibat Korupsi Tanah Kuburan

Baca juga: Menkes Terawan Resmikan Gedung LPFK Solo, Hadirin Berkerumun saat Acara Berlangsung

Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved