Berita Pekalongan

Puluhan Rumah Terdampak Tanah Gerak Di Kabupaten Pekalongan

Bencana tanah bergerak dan tanah longsor menerjang di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Kondisi rumah retak akibat bencana tanah gerak di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Istimewa 

TRIBUN-PANTURA.COM, KAJEN - Bencana tanah bergerak dan tanah longsor menerjang di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Akibat bencana geologi ini, puluhan rumah mengalami retak pada lantai dan tanah.

"Benar mas di Desa Bodas terjadi tanah bergerak dan tanah longsor hari Senin (14/12/2020) sekitar pukul 10.00 WIB. Kalau tanah longsor terjadi di area persawahan dan jalan. Di area persawahan kurang lebih 5 hektar longsor."

Baca juga: Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Pekalongan Raya, Selasa 15 Desember 2020

Baca juga: Tingkat Partisipasi Pemilih Pilkada Kendal 2020 Naik 8,53%

Baca juga: Ruangan Penuh! 10 Pasien Pengawasan Covid-19 Dirawat di Selasar RSUD Kajen Pekalongan, Dua Meninggal

Baca juga: Ruangan Penuh! 10 Pasien Pengawasan Covid-19 Dirawat di Selasar RSUD Kajen Pekalongan, Dua Meninggal

Baca juga: Ratusan Rumah di Dukuh Karisan, Desa Gembong, Kabupaten Pekalongan Rawan Longsor

"Sedangkan, lokasi tanah bergerak berada di Dukuh Bodas 1 di antaranya di RT 1 dan RT 2. Lalu ada Dukuh Bodas 2 tepatnya di RT 3. Total ada sekitar 86 rumah yang terdampak dari bencana tersebut," kata Handoyo perangkat Desa Bodas saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (15/12/2020) pagi.

Handoyo mengungkapkan, tanah bergerak ini diduga dipicu hujan yang mengguyur di wilayah Desa Bodas.

"Hari Minggu (13/12/2020) di wilayah Bodas diguyur hujan dengan intensitas tinggi hingga malam. Lalu kondisi tanah yang labil, sehingga sejumlah rumah berada di dua dukuh tersebut mengalami keretakan."

"Bahkan hingga Senin malam tanah juga masih gerak," ungkapnya.

Ia mengatakan, adanya kejadian ini ada beberapa yang mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kemudian, untuk rumah-rumah yang mengalami retak-retak tidak berani tidur di rumah.

"Ada beberapa keluarga mengungsi di tempat saya yang berada di RT 11. Kalau halaman rumah yang retak-retak itu masih bisa ditempati. Tapi, kalau rumah yang sudah parah ngungsi di rumah saudara," ucapnya.

Sementara itu, Danramil Kandangserang Lettu Inf Jumarno saat dihubungi Tribunjateng.com membenarkan adanya kejadian tersebut.

Baca juga: 6 Kali Menikah Tidak Dikaruniai Anak, Wanita Berusia 26 Tahun di Tegal Nekat Menculik

Baca juga: Soal Vaksin Covid-19 di Indonesia, IDI: Kami Siap Jadi Orang Pertama yang Disuntik

Baca juga: Astaga! Kakek-Nenek Tertimbun Longsor saat Makan Malam Berdua: Terdengar Gemuruh lalu Gelap Gulita

"Benar mas, ada dua dukuh yang berada di Desa Bodas terjadi bencana alam tanah gerak yang menimpa sejumlah rumah."

"Bencana ini disebabkan curah hujan tinggi yang mengguyur di wilayah Desa Bodas Minggu sore hingga malam dan kondisi tanah yang labil, sehingga sejumlah rumah yang berada di dua dukuh tersebut mengalami," kata Lettu Inf Jumarno.

Menurutnya, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa dan hanya kerugian material saja.

"Dengan melihat keretakan dan gestur tanah yang labil sangat membahayakan keselamatan warga, sehingga perlu dilakukan evakuasi mengingat dalam seminggu terakhir masih sering terjadi hujan. Kami TNI-Polri dan perangkat desa sudah memberikan imbauan untuk selalu waspada," ujarnya. (Dro)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved